Daftar Pertanyaan Wawancara Kerja Berbasis Kompetensi

Competency-based Job interview terbukti merupakan metode wawancara terbaik untuk memprediksi potensi dan kinerja kandidat di masa mendatang.

Dalam panduan ini, terdapat serangkaian pertanyaan valid yang berbasis pada kompetensi dan perilaku (behavior-based interview).

Pertanyaan di-desain untuk mengukur 10 kompetensi utama yang terbukti merupakan jenis kompetensi yang paling kritikal bagi keberhasilan kinerja SDM.

Tools ini bersifat aplikatif, artinya langsung bisa digunakan dalam proses wawancara kerja untuk menseleksi kandidat terbaik.

Jika Anda ingin menembus tes wawancara kerja dan mendapatkan dream job, panduan ini layak Anda miliki dan pelajari. Sebab hampir semua BUMN dan perusahaan multinasional menggunakan panduan wawancara berbasis kompetensi ini. Continue reading

Tahapan untuk Melakukan Analisa Beban Kerja secara Efektif

Analisis beban kerja sangat berkaitan dengan penyusunan kebutuhan pegawai. Penyusunan kebutuhan pegawai tersebut terdiri dari tugas pokok dan fungsi, analisis dan informasi jabatan seperti nama dan ikhtisar jabatan, uraian tugas, kemudian analisis beban kerja, kebutuhan pegawai, dan peta jabatan kebutuhan.

Lalu apakah manfaat dari sebuah analisis jabatan beserta dengan beban kerjanya?

Kegiatan analisis dimulai dari peraturan yang mengatur adanya analisis jabatan, penghitungan beban kerja, dan evaluasi jabatan. Hasilnya adalah uraian jabatan, beban kerja per jabatan, peta dan bobot jabatan. Continue reading

10 Daftar Pertanyaan Rahasia yang Ditanyakan dalam Proses Wawancara Kerja

shutterstock_118475239Dalam daftar berikut akan diungkapan untuk pertama kalinya 10 pertanyaan rahasia yang lazim diajukan oleh para Manajer HRD atau Manajer Rekrutmen dalam melakukan wawancara kerja.

10 pertanyaan ini diajukan untuk membedah kemampuan pelamar kerja dalam 10 kecakapan kunci yang amat dibutuhkan dalam dunia kerja.

10 tipe pertanyaan ini di kalangan Manajer SDM dan Direktur HRD dikenal dengan teknik wawancara kerja berbasis competency (competency-based job interview). Teknik ini berdasar riset ilmiah terbukti paling ampuh untuk mengidetifikasi potensi dan kemampuan calon pelamar kerja.

10 pertanyaan kunci inilah yang digunakan oleh hampir semua perusahaan multinasional dan perusahaan BUMN dalam proses wawancara kerja dengan para pelamarnya. Continue reading

Kiat Cerdas Menyikapi Generasi Y di Dunia Kerja

Topik yang mulai melejit sejak setahun yang lalu di kalangan praktisi kaderisasi dan sempat dibahas secara mendalam di dalam sesi khusus. Kalangan awam pasti tidak sedikit yang bertanya-tanya sebenarnya apa sih Generasi Y itu?

Generasi Y, dilihat dari deskripsinya saja sudah muncul beberapa pendapat. Ada yang menyebut generasi Y adalah generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi internet, nirkabel, dan media sosial.

Sebuah generasi yang menginginkan sesuatu terjadi cukup cepat, apakah hal itu berkaitan dengan perubahan atau proses untuk mencapai hasil.

Ada juga yang mendeskripsikan generasi Y itu merupakan generasi yang lahir pada akhir tahun tujuh puluhan, atau generasi yang lahir mulai awal tahun 1980 ke atas. Continue reading

Kiat Jitu Agar Lolos Tes Wawancara Kerja

Banyak orang mencari pekerjaan yang cocok untuk dirinya setelah lulus bersekolah atau setelah keluar dari pekerjaan yang lama.

Sayangnya tidak semua orang mempersiapkan diri untuk melalui beragam seleksi dalam pekerjaan tersebut.

Begitu pula dengan salah satu tahapan dalam penyeleksian karyawan, swasta ataupun pegawai negeri sipil. Proses wawancara termasuk salah satu tahapan seleksi yang penting. Biasanya ada perusahaan yang menempatkan proses wawancara di awal adapula yang menempatkannya di akhir tahapan seleksi pekerjaan. Continue reading

Menentukan Target Kerja dengan Metode SMART

Ada sebuah hasil studi menarik yang pernah diungkap oleh para periset bidang perilaku dan kinerja : orang-orang yang menuliskan sasaran kinerjanya dengan jelas dan terukur ternyata memiliki level produktivitas empat kali lebih tinggi dibanding mereka yang sasarannya ditulis dengan sumir dan normatif.

Itulah kenapa perumusan sasaran kinerja atau performance goals harus selalu ditulis secara jelas, spesifik dan terukur. Sebab level produktivitas tim Anda boleh jadi akan amat bergantung pada proses ini.

Peter Drucker, salah satu guru manajemen dunia, juga pernah bertutur : You can not manage what you can not measure. Anda tidak dapat mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur. Continue reading

Slide1