Bagaimana Cara Membuat Sistem dan Perencanaan Karir Karyawan?

Sistem manajemen karir sering kali luput dari perhatian suatu perusahaan. Padahal, fungsinya cukup vital dalam bidang pengembangan sumber daya untuk menjaga semangat karyawan untuk meningkatkan performa perusahaan. Mengingat manfaatnya yang tidak hanya dirasakan oleh perusahaan tetapi juga karyawan, sistem manajemen karir sudah seharusnya dimasukkan agenda dari Human Resources Development (HRD) masing-masing perusahaan.
Bagaimana Sistem manajemen karir Dijalankan?

Sistem manajemen karir berhubungan langsung dengan pengelolaan suatu proses berkesinambungan dari suatu aktivitas pekerjaan yang harus dijalankan sepanjang hidup seseorang.

Dalam hal ini, mungkin masih banyak yang belum paham bagaimana seharusnya sistem manajemen karir itu dijalankan di sebuah perusahaan. Dalam hal ini sistem manajemen karir meliputi beberapa proses tahapan yang saling berkaitan antar-satu dengan yang lain. Continue reading

Cara Menyusun Sistem Pembagian Bonus kepada Karyawan

Bagi Anda yang menjalankan suatu bisnis, cara menetapkan bonus karyawan seharusnya menjadi salah satu agenda yang wajib Anda perhatikan dengan seksama. Hal ini karena pemberian bonus dapat menjadi salah satu indikator upaya untuk mendorong karyawan bekerja lebih giat untuk performa perusahaan yang lebih optimal. Pemberian bonus harus diperhitungkan dengan tepat pemberiannya agar jumlahnya sesuai, dalam artian cukup untuk memompa semangat kerja karyawan tanpa membuat mereka terlena dengan bonus yang diterima.

Jenis-Jenis Bonus Untuk Karyawan
Secara umum tidak ada peraturan dalam Undang-Undang Tenaga Kerja yang secara khusus mengatur mengenai pembagian bonus suatu perusahaan. Dengan demikian tidak ada patokan yang khusus mengenai jenis-jenis bonus yang seharusnya diberikan perusahaan untuk karyawan. Continue reading

Cara Membangun Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi

Untuk meningkatkan sumber daya manusia sebuah perusahaan sudah selayaknya jika perusahaan memperhatikan kualitas sumber dayanya dalam hal ini adalah kualias pegawainya, sehingga dapat diperoleh kualitas pegawai yang berdaya saing tinggi.

Secara umum hal ini dikatakan sebagai Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi.

Kompetensi dalam arti sebuah konsep yang mengandung arti untuk menggabungkan SPKJ yaitu penggabungan antara Skill (Ketrampilan), Personal`s Atribut (Atribut Perseorangan), Knowledge ( ilmu pengetahuan) dan tercermin dari Job Behaviour (Perilaku Kinerja) yang terukur, dapat diamati sehingga dapat dievaluasi.

Boleh dibilang kompetensi sendiri adalah sebuah faktor yang dapat menentukan keberhasilan kinerja seseorang. Jadi titik perhatian yang utama dari sebuah kompetensi adalah sebuah perbuatan yang merupakan perpaduan dari ketrampilan, atribut perseorangan dan ilmu pengetahuan. Continue reading

Menyusun Sistem dan Kebijakan Remunerasi

Kebijakan remunerasi bagi eksekutif mencerminkan filosofi utama remunerasi dan prinsip-prinsip yang lebih luas dalam suatu perusahaan.

Ketika perusahaan menentukan kebijakan remunerasi dan pengaturan untuk para eksekutif, komite remunerasi menganggap gaji dan kondisi pekerjaan di tempat lain di perusahaan untuk memastikan bahwa struktur gaji secara tepat selaras dan bahwa tingkat remunerasi tetap sesuai dalam konteks ini.

Komite remunerasi menerima informasi tentang tingkat bonus dan gaji pokok untuk manajer lain di seluruh perusahaan untuk tujuan ini.

Dalam kaitannya dengan kebijakan manajemen dalam hal remunerasi, hal ini ditinjau dan disesuaikan dengan strategi bisnis untuk mempercepat pertumbuhan pendapatan agar bisa mendorong laba dan meningkatkan kinerja. Continue reading

Bagaimana Cara Menyusun Sistem Penggajian dan Salary Grade?

Tujuan seseorang bekerja, selain ingin bermanfaat, berguna, mengembangkan ilmu, mencari pengalaman, tentu saja mendapatkan bayaran atau upah yang biasa disebut dengan gaji. Dalam perusahaan, pemberian gaji kepada pegawai tentu tidak sembarangan.

Gaji sebagai kompensasi diberikan setiap bulan dengan nilai tertentu atas beberapa dasar atau alasan.

Pertama, kesesuaian dengan beban tugas dan tanggung jawabnya yang diberikan padanya, disesuaikan dengan tingkat pendidikan pegawainya tersebut, lamanya bekerja di perusahaan dengan hitungan hingga belasan tahun, kesesuaian dengan UMR untuk jabatannya, serta prestasinya selama ini bagaimana dan apa saja yang sudah diberikannya bagi perusahaan. Continue reading

Slide1