Ini 3 Perbedaan Competency Based Interview dan Behavior Based

competency based interview

Metode interview banyak digunakan oleh perusahaan untuk memilih calon tenaga kerja. Tahapan ini dikenal menjadi salah satu bagian yang paling rumit, tidak sedikit peserta yang gagal dalam proses interview hanya karena salah dalam menjawab pertanyaan tertentu.

Terlepas dari hal itu, sebenarnya terdapat dua konsep interview berbeda yang biasanya diterapkan oleh perusahaan.

Pertama competency based alias wawancara berbasis kompetensi, dan yang kedua adalah behavior based atau berbasis perilaku.

Apakah Anda sendiri bisa menebak mana yang lebih sulit di antara kedua sistem interview tersebut? Serta di mana pula letak perbedaannya? Berikut ini penjelasan lebih lanjut yang perlu Anda ketahui.

Memahami Lebih Dekat Competency Based dan Behavior Based Interview

Competency based interview secara sederhana adalah teknik wawancara yang berfokus pada keterampilan atau keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tertentu.

Ada beberapa komponen utama dalam pembahasan kompetensi, beberapa di antaranya seperti:

  • Kemampuan bekerja dalam team
  • Kemampuan membuat keputusan
  • Skill berkomunikasi
  • Pemecahan masalah
  • Kepemimpinan
  • Fleksibilitas
  • Manajemen waktu
  • Kreativitas dan inovasi
  • Integritas dan kepercayaan

Interview berbasis kompetensi bertujuan untuk mengurangi risiko rekrutmen yang keliru. Memastikan bahwa pekerjaan tertentu di handle oleh orang yang tepat untuk menghasilkan kualitas sesuai dengan harapan.

Kemampuan di atas secara langsung bisa mempengaruhi produktivitas dan kelancaran dalam menjalankan pekerjaan masing-masing divisi.

Sebagai contoh, bekerja secara tim menunjukkan bahwa yang bersangkutan (calon karyawan) dapat menunjukkan kemampuan kerja sama, saling membantu untuk menyelesaikan persoalan yang rumit, dan lain sebagainnya.

Baca juga: Rahasia Menguasai Competency-Based Interview Skills

Lalu bagaimana dengan behavior based interview?

Behavior based interview adalah metode wawancara yang lebih berfokus pada perilaku atau sikap pelamar kerja. Selain itu metode ini juga seakan menunjukkan bahwa perilaku masa lalu dapat memprediksi tindakan di masa mendatang.

Tidak berkaitan dengan kompetensi, pertanyaan yang dilontarkan bertujuan untuk melihat bagaimana respons calon tenaga kerja dalam berpikir dan bersikap.

Sebagai contoh, pertanyaan yang paling umum dalam wawancara dengan metode ini biasanya berkaitan dengan langkah apa yang akan diambil (oleh calon karyawan) jika mereka menghadapi situasi sulit.

Selain itu, bisa juga mencari tahu bagaimana sikap mereka menghadapi rekan kerja yang tidak disukai.

Perbedaan Competency Based Interview dan Behavior Based Interview

Keduanya sekilas memang mudah dibedakan. Namun, saat Anda berada di posisi pelamar kerja dan kurang persiapan pasti akan sulit membedakannya.  Berikut kami sederhanakan apa yang membuat competency based dan behavior based interview berbeda:

Lingkup pertanyaan

Melihat dari lingkup pertanyaannya, competency based interview lebih menekankan pada pertanyaan yang menguji skill atau keterampilan tertentu.

Sementara itu, pertanyaan pada behavior based interview berfokus pada sikap atau suatu respons dari individu dalam menghadapi suatu kendala di lingkungan kerja.

Tujuan

Lingkup pertanyaan yang berbeda tentu memberikan gambaran bahwa kedua metode wawancara ini punya tujuan tersendiri. Pada interview berbasis kompetensi perusahaan ingin tahu bagaimana keahlian dan tingkat profesionalisme Anda dalam melakukan pekerjaan tertentu.

Di sisi lain, interview berbasis perilaku menunjukkan bahwa perusahaan ingin menilai sikap, etika, dan moral saat berhadapan dengan kondisi tertentu.

Cara Menjawab

Kedua teknik wawancara ini sebaiknya dijawab dengan balasan yang tepat. Untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kompetensi karyawan, pelamar kerja bisa memahami dengan baik job description dan skill apa saja yang sekiranya memang relevan untuk posisi tersebut.

Buktikan bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan yang dipilih. Namun, untuk menjawab pertanyaan behavior interview cobalah untuk mempelajari dan memahami kultur kerja di perusahaan yang akan dituju.

Mana yang Lebih Sulit Competency Based Interview atau Behavior Based?

Keduanya mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda, dan tidak bisa dibandingkan dari satu sisi saja. Namun, bagian yang cukup menjebak bisa jadi adalah behavior based interview karena di sini tidak ada jawaban yang benar atau salah.

Sesuatu yang berkaitan dengan sikap biasanya didasarkan pada kepribadian, tentunya setiap orang memiliki respons yang berbeda-beda ketika menghadapi suatu kondisi atau problem.

Terlepas dari mana yang sulit dan mudah, pastikan untuk tetap jujur saat melakukan interview kerja. Karena jawaban yang manipulatif atau tidak realistis hanya akan merugikan Anda sendiri selaku kandidat kerja.

Beberapa HR profesional bahkan bisa mendeteksi kebohongan, jadi tetaplah jujur dan jawab pertanyaan interview kerja dengan semaksimal mungkin.

Itu dia penjelasan mengenai perbedaan competency based dan behavior based interview. Kami harap penjelasan ini bisa bermanfaat bagi pembaca, sukses selalu dan tetap semangat.

Bagi corporate yang membutuhkan template competency based interview Anda juga bisa mendapatkan template premium dari kami, untuk info lebih lengkapnya silahkan hubungi admin.