Pentingkah Kepuasan Karyawan dalam Perusahaan? Ini Jawabannya

Dalam menjalankan bisnis tentunya kita butuh karyawan atau tenaga kerja yang kompeten di bidangnya. Dengan begitu, kualitas layanan atau produk yang dihasilkan oleh perusahaan menjadi lebih berkualitas. Tidak hanya menuntut mereka untuk bekerja secara produktif, melainkan pemilik usaha juga perlu memperhatikan poin penting lainnya yang disebut sebagai employee satisfaction alias kepuasan karyawan.

Bagi owner bisnis baru mungkin hal ini terkesan asing, karena selama ini bagian yang paling disorot adalah customer satisfaction. Lantas apakah benar kepuasan karyawan sama pentingnya dengan kepuasan konsumen?

Kepuasan Karyawan Itu Penting, Ini Alasan yang Perlu Dipahami

Ya, puas atau tidaknya karyawan saat bekerja di suatu perusahaan sangatlah penting. Dengan memperhatikan hal ini, maka perusahaan bisa mengurangi risiko penggantian karyawan, menjaga produktivitas mereka, dan lain-lain.

Coba kita bahas lebih mendalam kenapa bisa begitu dan langkah apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepuasan tenaga kerja.

Memperkecil Risiko Penggantian Karyawan

Kondisi turnover, atau perputaran keluar  masuknya tenaga kerja adalah hal yang umum dalam perusahaan.

Namun, apabila turnover ini terlalu tinggi maka dikhawatirkan bisa berdampak buruk pada kelangsungan bisnis itu sendiri.

Salah satu alasan mengapa turnover tinggi dalam perusahaan yaitu karena kurangnya kepuasan karyawan. Hal ini bisa dilihat dari segi pengembangan karir yang minim, culture kerja yang buruk, kebijakan yang berat sebelah dan lain sebagainnya.

Dengan memperhatikan kepuasan karyawan dan memahami kebutuhan mereka, maka risiko turnover yang tinggi bisa dihindari.

Menjaga Produktivitas Tenaga Kerja

Kepuasan karyawan seringkali berkaitan juga dengan motivasi dan semangat mereka dalam menjalankan pekerjaan mereka. Semakin rendah angka kepuasan tersebut, maka produktivitas mereka juga bisa terdampak.

Jika hal ini terus terjadi dan tidak ada upaya perbaikan sama sekali, maka kerugian bisa saja terjadi.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya,kepuasan tenaga kerja bisa berpengaruh dari banyak faktor.

Tidak sebatas pada gaji dan tunjangan, melainkan juga bagaimana ketersediaan fasilitas di tempat kerja, sistem kerja sama antar karyawan, dan lain sebagainya.

Metode yang Bisa Dicoba untuk Mengukur Kepuasan Karyawan

Baik, sudah kita pahami bahwa kepuasan kerja/karyawan ini sangat penting. Namun, sekarang bagaimana cara mengetahui tingkat puas atau tidaknya tenaga kerja dalam perusahaan?template survey kepuasan karyawanAda banyak metode yang bisa digunakan, namun salah satu yang praktis dan bisa diterapkan untuk berbagai sektor usaha adalah mengadakan survey atau pengisian kuesioner.

Apa kelebihan metode ini?

  • Mudah untuk dilakukan
  • Metode pengambilan data yang menghemat waktu
  • Bisa dilakukan secara online atau offline
  • Hasil data yang cukup akurat

Survey mudah dilakukan, perusahaan bisa membuat materi kuesioner secara manual atau menggunakan template yang sebelumnya sudah dibuat oleh orang lain.

Selain kuesioner apakah ada cara lain untuk mengukur employee satisfaction? Ada, tapi mungkin tidak sesimpel kuesioner. Misalnya dengan bertanya langsung kepada karyawan misalnya setahun sekali mengenai bagaimana kepuasan kerja di perusahaan tersebut.

Karena ini sifatnya bukan interview, tentu pihak HR sebenarnya tidak harus terlalu serius. Buatlah seperti pembicaraan konsultasi, dengan begitu tenaga kerja tidak terlalu merasa tertekan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Baca juga: Contoh Kuesioner Survey Kepuasan Karyawan atau Employee Satisfaction Survey

Template Survey Kuesioner Kepuasan Karyawan dari Pakar SDM

Pakarkinerja.com menyediakan template employee satisfaction survey lengkap bisa digunakan untuk berbagai sektor perusahaan.

Selain itu, dalam tools tersebut juga termasuk laporan lengkap hasil pengukuran survey kepuasan karyawan. Ini akan mempermudah perusahaan yang baru pertama kali melakukan survey mengenai hal tersebut.

Template bisa digunakan untuk perusahaan bidang manufaktur, tekstil industri, perkantoran, dan lain sebagainya. Materi ini sudah disiapkan secara terperinci dan tersusun dengan baik oleh beliau Bapak Yodhia Antariksa, Msc.

Mengapa menggunakan template kepuasan karyawan lebih baik daripada membuat dari nol?

Meskipun bukan hal yang mustahil untuk membuat format kuesioner kepuasan karyawan secara mandiri, namun hal ini bisa memakan waktu yang cukup lama. Belum lagi riset dan penyesuaian pertanyaan survey, tentu ini terkesan kurang efisien.

Dengan bantuan template seperti ini, Anda bisa menghemat waktu dan tenaga untuk aktivitas produktif lainnya.

Sekian dulu penjelasan yang bisa kami sampaikan mengenai pentingnya kepuasan pelanggan dalam perusahaan. Semoga saja penjelasan ini bermanfaat, bagi Anda yang berminat membeli template dan tools manajemen SDM termasuk survey kuesioner bisa langsung menghubungi kami.

Apa Itu Matriks Training Plan untuk Pengembangan SDM?

Dalam upaya pengembangan SDM, penting bagi perusahaan untuk mempunyai rencana yang jelas. Dengan begitu masalah seperti rendahnya kompetensi tenaga kerja, kurangnya pelatihan soft skill atau hard skill bisa dicegah. Oleh karena itu, untuk mempermudah tim manajemen merencanakan pengembangan SDM ada yang disebut sebagai matriks training plan.

Secara sederhana, matriks training plan adalah sebuah rencana yang disusun dalam bentuk tabel atau lainnya untuk mengetahui kebutuhan dari suatu jenjang SDM dalam suatu perusahaan. Kebutuhan tersebut bisa berupa pelatihan atau pemberian training.

Fungsi Training Plan SDM, Perusahaan Anda Membutuhkannya!

Dengan adanya training plan, maka jauh lebih mudah  bagi manajemen untuk merencanakan jenis pelatihan seperti apa yang dibutuhkan oleh karyawan internal. Berikut ini beberapa fungsi dan tujuan training plan untuk perencanaan SDM.

  • Mempermudah pengembangan karir karyawan
  • Mengetahui skill dan keahlian yang dibutuhkan dalam posisi tertentu
  • Mencegah kekeliruan pelatihan atau training yang akan diikuti
  • Mempermudah pemenuhan syarat tenaga kerja untuk menunjang operasional/proyek

Bisa dipahami training plan merupakan hal yang cukup penting dan bermanfaat. Cukup disayangkan apabila perusahaan Anda belum memilikinya.

Adapun untuk jenis pelatihan yang biasanya direncanakan dalam training plan antara lain soft skills, functional skills untuk bidang pemasaran (marketing), keuangan (finance), HRD, dan sebagainya.

Tips Menyusun Training Plan yang Baik (Cocok untuk Semua Bisnis)

Rencana pelatihan sebenarnya bisa dibuat sendiri. Barangkali Anda dan tim berniat untuk melakukannya, berikut ini sejumlah tips yang bisa kami sampaikan agar hasil matriks training plan nantinya bisa selesai dengan struktur yang tepat dan tidak keliru.

1. Pahami Kebutuhan Training

Bagian pertama yang perlu dilakukan sebelum Anda mulai membuat tabel kebutuhan training, adalah mengetahui apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal ini menyangkut siapa atau kemampuan seperti apa yang ingin diajarkan  kepada tim internal.

Sebagai contoh, akhir-akhir ini perusahaan sering menerima klien dari luar negeri. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan bahasa asing yang baik dari tim internal untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan dan menjangkau target pasar yang lebih luas.

2. Memilih Jenis Pelatihan yang Sesuai

Selanjutnya, adalah mempertimbangkan jenis pelatihan seperti apa yang sekiranya cocok dengan tim Anda?

Apakah itu bersifat eLearning atau pelatihan online atau offline dengan sistem berkelompok/individu. Menentukan metode pelatihan yang tepat bisa berpengaruh terhadap seberapa efektif nantinya hasil training tersebut.

3. Mempelajari Kondisi Tim Internal

Selain itu, pastikan untuk mempelajari tim internal dengan baik sebelum mengadakan pelatihan atau training sebagai bentuk pengembangan SDM.

Pihak manajemen bisa memperhatikan poin-poin penting seperti menilai urgensi dari training, apakah ini sifatnya opsional atau wajib?
Lalu, pertimbangan lainnya dengan memperhatikan kekuatan tim, efektivitas training, dan lain sebagainya.

Pelatihan yang baik sebaiknya relevan dengan apa yang dibutuhkan tim. Dengan begitu, nilai antusiasme mereka juga akan meningkat.

4. Pikirkan Soal Target atau Tujuan Pembelajaran

Secara sederhana semua pelatihan pasti memiliki tujuan sendiri-sendiri. Diharapkan setelah mengikuti suatu training, nantinya tim Anda bisa mempunyai skill atau peningkatan tertentu yang bisa memberikan pengaruh baik untuk kemajuan perusahaan dan kelancaran operasional bisnis.

Melanjutkan contoh di atas, pelatihan bahasa asing dalam perusahaan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan skill mendasar mengenai komunikasi. Baik itu cara berbicara (speaking), mendengar (listening), dan menulis (writing).

Begitu pula dengan jenis pelatihan lainnya, seperti training digital marketing, training motivasi karyawan, dan lain sebagainya.

5. Menyiapkan Sarana untuk Training

Tidak lupa pengadaan training juga membutuhkan yang namanya sarana dan prasarana. Ini bisa berupa materi atau alat penunjang untuk mempermudah jalannya proses training.

Sebagai contoh sarana pelatihan yang umumnya dibutuhkan seperti SOP, manual pelatihan, proyektor untuk presentasi atau mungkin papan tulis jika ingin menggunakan metode konvensional.

Baca juga: 4 Contoh Materi Training untuk Karyawan Baru

Matriks Training Plan dan Silabus Lengkap Training

Menyusun training plan secara manual bisa memakan banyak waktu, sebagai solusinya Anda bisa mendapatkan template siap pakai yang sudah dibuat oleh tenaga profesional di bidang manajemen SDM. Kami menyediakan tool lengkap siap pakai training plan, sudah termasuk:template training plan sdm

  • Judul-judul pelatihan yang harus diberikan kepada setiap jenjang karyawan mulai dari staf hingga level senior manager
  • Topik pelatihan mencakup tema soft skill dan hard skill berbagai bidang
  • 10 modul pelatihan dalam bidang manajemen SDM dan manajemen skills

Ingin mendapatkan template matriks training plan? Hubungi kami dan dapatkan tools ini untuk menyusun rencana pelatihan dengan lebih mudah.

Mengenal 5 Contoh Asesmen Kompetensi dan Penjelasannya

Asesmen kompetensi – Untuk mendapatkan karyawan terbaik, biasanya perusahaan akan menjalankan serangkaian test untuk menguji kompetensi dari perusahan tersebut.

Ada berbagai macam metode dan teknik yang digunakan, salah satunya yaitu dengan mengikuti teknis kompetensi.

Pada kesempatan kali ini kami ingin mengajak Anda untuk mencari tahu bagian-bagian yang termasuk ke dalam metode pengujian kompetensi tenaga kerja yaitu melalui sistem in-basket exercise, role play, group discussion dan behavior event interview.

Untuk memahami lebih jauh mengenai setiap bagian-bagian tersebut, silahkan simak penjelasan di bawah ini.

5 Asesmen Kompetensi yang Sering Digunakan Perusahaan

Kelima asesmen asesmen di atas merupakan hal yang cukup kompleks. Di sini kami hanya menjelaskan dasar-dasarnya saja sebagai pengenalan awal mengenai sistem pengujian karyawan untuk mendapatkan kandidat terbaik.

template asesmen kompetensi

1. In Basket Exercise

In basket exercise atau tes dalam keranjang adalah metode rekrutmen yang digunakan badan usaha untuk melihat kompetensi calon pekerja dengan melakukan tugas-tugas yang berkaitan langsung dengan pekerjaan yang akan mereka lakukan.

Bukan lagi menebak atau memperkirakan keahlian seseorang, pengetesan secara langsung seperti ini diharapkan bisa memberikan hasil yang lebih pasti.

Contoh asesmen calon karyawan dengan metode in basket exercise misalnya untuk lowongan posisi staff admin kantor, maka yang bersangkutan akan dites keahliannya mengenai pengoperasian basic hingga advanced penggunaan software admin untuk melakukan input data, mengelola dokumen, rekap data, dan lain sebagainya.

2. Role Play

Selain menguji karyawan melalui keahlian mereka, perusahaan juga bisa menerapkan teknik role play simulasi yang digunakan untuk melatih kemampuan berkomunikasi atau interaksi sosial.

Penggunaan metode ini seringkali dikaitkan dengan sistem wawancara kerja. Nantinya dari pihak HR atau bahkan atasan bisa mengajukan beberapa pertanyaan secara acak untuk mengetahui seperti apa respons dan jawaban dari calon karyawan mengenai suatu pembicaraan.

Metode role play juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui seperti apa kepribadian dari calon pendaftar dan menilai seberapa serius mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Selain itu, dalam skenario role play terdapat beberapa hal yang menjadi poin penilaian seperti komunikasi lisan, kemampuan mempengaruhi, keterampilan interpersonal, dan lain-lain.

Baca juga: Contoh Materi Tes Assessment Center dalam Asesmen Kompetensi

3. Group Discussion

Ketiga ada metode group discussion atau diskusi secara grup, metode seleksi rekrutmen karyawan tingkat lanjut. Sesuai dengan namanya, group discussion mengharuskan calon karyawan untuk hadir dan mengikuti diskusi secara grup.

Biasanya diskusi ini terdiri dari 6-15 orang menyesuaikan dengan bagaimana kebijakan dari perusahaan terkait.

Teknik assesment digunakan untuk melihat berbagai aspek calon tenaga kerja dari segi kepercayaan diri, pengetahuan, pemahaman, berpikir kritis, problem solving, dan lain sebagainya.

Dari pihak perusahaan bisa menentukan topik diskusi secara bebas dan acak (tidak diberitahukan sebelumnya). Pengujian dengan metode seperti ini memang cukup memakan waktu, dalam sekali diskusi bisa 20-45 menit.

Pastikan juga untuk menyediakan moderator diskusi untuk memastikan semuanya tetap berjalan secara kondusif.

4. Case Study

Berikutnya, ada metoda asesmen dengan mengadakan studi kasus. Latihan studi kasus bertujuan untuk menilai kompetensi calon pegawai mengenai kemampuan berpikir analitis, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan sebagainya.

Adapun teknis dari studi kasus itu sendiri bisa berupa pembuatan laporan tertulis, presentasi, atau diskusi secara kelompok.

Teknik pengujian ini membutuhkan persiapan yang cukup banyak. Mulai dari mengumpulkan materi, merancang pembahasan, dan lain-lain. Dalam penerapannya hanya perusahaan di sektor bidang tertentu yang menggunakan case study sebagai metode assesmen untuk merekrut karyawan.

5. Behavior Event Interview

Asesmen kompetensi yang terakhir adalah behavior event interview pertanyaan yang ditanyakan guna memahami cara karyawan berpikir dan menyikapi kondisi-kondisi tertentu, khususnya dalam lingkup pekerjaan.

Salah satu tes yang cukup rumit dan tidak jarang membuat calon karyawan merasa bingung. Karena dalam proses behavior event interview ini tidak ada jawaban yang salah atau benar.

Dalam pelaksanaannya, calon karyawan akan diminta bercerita tentang dirinya. Baik itu aktivitas keseharian yang ia lakukan, hobi, atau sebagainya.

Itu dia penjelasan mengenai asesmen kompetensi dalam dunia kerja yang bisa diterapkan untuk berbagai sektor usaha. Anda bisa mencoba salah satu teknik di atas atau memadukannya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ingin menerapkan teknik-teknik asesmen asesmen dengan lebih terencana? Pakarkinerja.com menyediakan template dan tools panduan lengkap Asesmen Assessment Center + Panduan Jawaban Asesmen Kompetensi. Anda bisa mendapatkannya tools ini dengan menghubungi kami.

Dapatkan materi asesmen kompeten langsung dari konsultan SDM yang ahli di bidangnya hari ini.