Cara Mengukur Efektivitas Pelatihan dan Training SDM

Bagaimana sih Cara Mengukur Efektivitas Program Pelatihan? Bentuk pertanyaan yang satu ini kerap kali dinyatakan oleh mereka yang baru saja menyelesaikan program pelatihan. Pada dasarnya kegiatan pelatihan itu sendiri cukup sering dilakukan, bahkan setiap tahunnya selalu saja ada perusahaan yang melakukan aktivitas tersebut.

Namun apakah kegiatan tersebut efektif untuk dilakukan? Kemudian apakah melakukannya dapat membantu perkembangan perusahaan? Karena sejatinya perusahaan yang mengikuti pelatihan tentunya telah mengorbankan banyak hal, seperti biaya atau bahkan waktu.

Jika dilihat secara umum, efektivitas pelatihan dapat dilihat dari pencapaian yang telah diraih olehnya. Apabila pelatihan ditujukan untuk merubah perilaku dan menambah keuntungan perusahaan. Tentunya pelatihan pun akan dianggap efektif jika menunjukkan adanya perubahan perilaku serta dapat menghasilkan keuntungan lebih bagi perusahaan.

Meski demikian kedua bagian tersebut dianggap sebagai komponen yang berbeda dan bahkan tidak saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Merujuk pada hal tersebut, tentunya Anda pun harus menghindari kegagalan atas pencapaian dari kedua hal tersebut. Untuk cara menghindarinya dapat Anda terapkan dengan melakukan proses pengukuran.

Proses mengukur efektivitas pelatihan
Pada dasarnya kegiatan pelatihan banyak dilakukan dengan tujuan untuk menanggapi atau bahkan mengoreksi masalah yang ada dalam organisasi. Karena itulah kegiatan pelatihan pun dapat mencapai sesuatu yang dituju dengan mudah.

Akan tetapi, ia juga seringkali gagal dalam menyelesaikan masalah organisasi. Hal tersebut umumnya berkaitan dengan permasalahan organisasi itu sendiri. Selain itu, pada saat pelatihan hal tersebut pun memang tidak diidentifikasikan dengan baik.

Slide1

Padahal jika Anda ingin mengukur tingkat efektivitas pelatihan secara wajar. Tentunya Anda pun harus memahami tujuan dari program pelatihan yang dilakukan dengan jelas. Sehingga tujuan tersebut pun dapat dicapai organisasi dengan mudah.

Cara tepat untuk mengetahui efektivitas pelatihan
Sebelum melakukan pengukuran atas efektivitas program pelatihan tersebut. Ada beberapa cara yang patut untuk Anda perhatikan agar efektivitas pelatihan dapat diketahui dengan baik, di antaranya :

1. Penilaian individu yang dilakukan dengan cara evaluasi tertulis
Untuk bentuk penilaian individu yang dilakukan secara tertulis, umumnya akan dilakukan tepat setelah program pelatihan selesai. Hal ini dilakukan dengan memberikan beberapa bentuk pertanyaan bermakna atau bahkan tanggapan atas kegiatan pelatihan yang telah dilakukan.

Dalam hal ini beberapa bentuk pertanyaan lebih diarahkan pada pemahaman peserta. Sejauh mana para peserta dapat memahami apa yang telah diberikan dalam proses pelatihan tersebut. Selain itu, tes tersebut juga ditujukan untuk mengukur pengaplikasian yang sebenarnya dilakukan oleh para peserta pelatihan.

2. Pengukuran yang dilakukan terhadap kinerja individu
Cara lainnya yang dapat Anda lakukan untuk melihat efektivitas program pelatihan adalah mengukur kinerja dari setiap individunya. Dalam hal ini, Anda dapat melihat bagaimana kinerja dari setiap individu baik itu setelah atau bahkan sebelum pelatihan dimulai.

Karena tujuan dari pelatihan berkaitan dengan meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Tentunya Anda pun harus mengetahui dengan pasti seperti apa kinerja yang dimiliki oleh para karyawan sebelum dan sesudah pelatihan. Dengan demikian, pengukuran efektivitas pelatihan pun dapat dinilai dengan lebih mudah.

Selain itu, dengan mengetahui ada tidaknya perubahan pada setiap karyawan. Tentunya pihak perusahaan pun akan ikut serta merasakan akibat atau dampak yang ditimbulkannya. Jika perubahan mengarah pada hal baik, tentunya hasil bagi perusahaan pun akan semakin baik pula.

3. Pengukuran yang lebih spesifik pada proses produksi
Tujuan utama lainnya dari program pelatihan adalah meraih keuntungan perusahaan. Keuntungan itu sendiri salah satunya bisa didapatkan dengan melakukan peningkatan produktivitas. Baik itu produktivitas pada bentuk barang atau bahkan layanan jasa yang dihasilkan.

Karena dengan meningkatnya produktivitas, tentunya keuntungan bagi perusahaan pun akan ikut meningkat pula. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah mencetak karyawan yang lebih produktif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mencetak karyawan melalui program pelatihan.

Itulah alasan mengapa tingkat produktivitas perusahaan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dilakukan dapat dijadikan sebagai bahan pengukuran. Karena jika pelatihan mencetak karyawan yang lebih produktif, tentunya produktivitas perusahaan pun akan semakin meningkat pula.

4. Perbandingan produktivitas dari para peserta pelatihan
Dari beberapa penjelasan di bagian atas sebetulnya telah terlihat dengan jelas. Dalam hal ini, perubahan para peserta dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur efektivitas pelatihan. Namun jika sebelumnya hal tersebut hanya dilihat dari sebelum dan sesudah pelatihan saja, maka pengukuran berikut ini jelas berbeda.

Pasalnya dalam proses pengukuran efektivitas yang satu ini lebih dikaitkan dengan perbandingan produktivitas di antara sesama pekerja. Seperti halnya karyawan yang satu dengan karyawan lainnya. Mereka yang melakukan kegiatan pelatihan dengan baik dan benar, jelas memiliki perubahan yang lebih baik.

Perubahan peserta pelatihan tersebut dapat Anda lihat melalui inisiatif serta partisipasi yang mereka lakukan. Hal tersebut bahkan ditunjukkannya selama dan setelah proses pelatihan dilakukan.

5. Survei attitude
Sebelum proses pelatihan dimulai, umumnya para karyawan atau calon peserta pelatihan akan diminta untuk mengisi survei. Namun bentuk pertanyaan yang tidak sesuai atau kurang tepat sasaran seringkali memberikan halis survei yang tidak tepat pula. Sehingga bentuk pelatihan yang diberikan pun kurang maksimal.

Padahal jika Anda ingin mendapatkan program pelatihan yang baik dan memberikan hasil maksimal. Tentunya hal tersebut harus dimulai dari tahap awal saat Anda melakukan survei attitude.

Karena itulah, berikan bentuk-bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan dari program pelatihan yang diinginkan. Dengan demikian, ketika program pelatihan dilakukan pun. Tentunya ia dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin Anda dapatkan.

Melalui beberapa Cara Mengukur Efektivitas Program Pelatihan di bagian atas tadi. Ada pula beberapa tahapan terpisah yang dapat Anda ikuti untuk melakukan evaluasi efektivitas dari program pelatihan, di antaranya :

1. Reaksi
2. Pengetahuan
3. Perilaku
4. Hasil

Selain beberapa hal di bagian atas tadi, pastikan pula untuk melakukan pengukuran dengan memberikan pertanyaan yang membandingkan hasil. Sedangkan untuk pertanyaannya sendiri usahakan untuk membuat pertanyaan secara objektif. Kemudian Anda juga dapat membuat pertanyaan yang erat kaitannya dengan kegiatan pelatihan itu tadi.

Sejatinya pengukuran dan program pelatihan itu sendiri memang wajib untuk diperhatikan. Karena keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan kebaikan bagi masing-masing peserta saja. Tetapi juga dapat memberikan dampak luar biasa bagi perusahaan tersebut.

Itulah sebabnya mengetahui 5 Cara Mengukur Efektivitas Program Pelatihan di bagian atas tadi. Tentunya sangat penting bagi Anda yang ingin memajukan perusahaan dengan lebih baik.

Materi Presentasi yang bagus dan aplikatif tentang Manajemen SDM x Balanced Scorecard. Gratis. Download Sekarang.

Slide1