3 Alasan Mengapa Industri Butuh Pelatihan Manajemen Risiko SDM

Tidak banyak pemilik bisnis yang menyadari bahwa mereka membutuhkan pelatihan manajemen risiko sebagai upaya perbaikan dan evaluasi kinerja.

Tidak mengenal waktu berjalannya usaha, permasalahan ini bisa terjadi pada bisnis  baru berdiri atau mereka yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

Saat kita terlalu optimis semuanya sudah sempurna, di situlah celah dan masalah akan mulai bermunculan.

Namun, sebelum membahas lebih jauh mengapa training manajemen risiko dibutuhkan, mari pahami bersama apa definisi dari human resource risk management supaya nantinya lebih mudah untuk menggali lebih dalam mengenai konteks tersebut.

Apa Itu Pelatihan Manajemen Risiko SDM?

Manajemen risiko SDM adalah proses mendeteksi, mengevaluasi, serta mengelola risiko yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya manusia dalam keberlangsungan bisnis/usaha.

Cakupan dari human resource risk management sendiri cukup luas meliputi upaya keselamatan tempat kerja, kepatuhan terhadap SOP, pergantian karyawan, dan persoalan lainnya yang berpengaruh terhadap kondisi SDM.

Dengan adanya manajemen risiko bisa membantu perusahaan untuk mewujudkan budaya tempat bekerja yang sehat, sehingga dapat mendorong kepatuhan dan meminimalisir dampak negatif yang bisa mempengaruhi reputasi, kinerja karyawan, dan kondisi usaha.

Ini 3 Alasan Utama Mengapa Pelatihan Manajemen Risiko SDM Dibutuhkan

Untuk mewujudkan sistem manajemen risiko yang baik, maka perusahaan terlebih dahulu perlu mempersiapkan tim internal mereka. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan mengikuti pelatihan manajemen risiko SDM.

training pelatihan manajemen risiko

Saat ini sudah banyak konsultan profesional yang bisa membantu perusahaan untuk mengimplementasikan standar seperti ini. Mereka juga mampu menyesuaikan kebutuhan manajemen dari badan usaha sesuai dengan sektor bisnisnya.

Namun, agaknya pertanyaan yang terucap tetap sama. Mengapa training manajemen risiko diperlukan?

Baca juga: Cara Mengukur Efektivitas Pelatihan dan Training SDM

1. Mempermudah Peningkatan Awareness

Sebelum bicara soal implementasi dan penerapan manajemen risiko yang tepat dan efektif, maka kita perlu bicara dulu sejauh mana kesadaran dan pemahaman dari tim internal perusahaan mengenai manajemen risiko SDM.

Karena, meskipun ini merupakan bidang spesifik yang ditujukkan terhadap penanggung jawab HR, tanpa adanya kontribusi dari para tenaga kerja untuk bekerja sama mengupayakan manajemen risiko SDM yang baik tujuan akan sulit untuk tercapai.

Adanya pelatihan manajemen risiko bisa menjadi media untuk sosialisasi, pengenalan, dan peningkatan awareness.

Dengan begitu, setiap bagian dari perusahaan bisa memahami peran mereka untuk mendukung penerapan human resource risk management yang lebih baik.

2. Membantu Memahami Ruang Lingkup Badan Usaha

Penerapan manajemen risiko SDM antara satu perusahaan dengan yang lain kemungkinan berbeda. Karena, tidak selalunya satu sistem manajemen bisa diterapkan secara universal, melainkan perlu adanya penyesuaian terlebih dahulu.

Salah satunya adalah memahami ruang lingkup dari bisnis yang Anda miliki. Dengan mengikuti pelatihan manajemen risiko, hal ini bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Konsultan yang profesional akan menganalisis kebutuhan dari perusahaan dan mempersiapkan rencana yang tepat untuk menerapkan manajemen risiko SDM dengan lebih efektif.

3. Meningkatkan Pengetahuan dari Tim Internal

Alasan lainnya mengapa pelatihan manajemen SDM untuk bagian risiko menjadi hal yang krusial yaitu adanya potensi untuk membantu meningkatkan kualitas tim internal.

Setelah mereka memahami hal-hal mendasar mengenai human resource risk management, maka perusahaan bisa menerapkan standar dan regulasi yang lebih terstruktur dan tepat.

Tentunya hal ini bisa tercapai berkat bimbingan dari konsultan manajemen SDM yang bersedia untuk memberikan ilmu dan arahan kepada tim perusahaan.

Manfaat Mengikuti Pelatihan Manajemen Risiko SDM

Kerja keras dan komitmen untuk menerapkan manajemen risiko SDM tentunya akan membuahkan hasil yang manis. Berikut ini sejumlah manfaat yang bisa Anda peroleh dengan mengikuti training manajemen risiko:

  • Mencegah risiko kerugian yang lebih besar, segala sesuatu yang menyangkut sumber daya manusia dalam pengelolaan bisnis bisa berdampak terhadap produktivitas dan kinerja karyawan. Dengan pemahaman yang baik dan SOP manajemen risiko yang tepat maka masalah kerugian yang disebabkan oleh SDM bisa dicegah
  • Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan, kemampuan tim internal akan bertambah setelah mengikuti training. Ini bisa menjadi cikal bakal perbaikan manajemen SDM yang lebih baik untuk ke depannya.
  • Kebijakan dan regulasi yang lebih baik, melalui evaluasi manajemen risiko SDM maka kebijakan dan aturan yang masih berat sebelah bisa direvisi, sehingga tidak menimbulkan konflik dan masalah yang bisa merugikan berbagai pihak. Kebijakan haruslah dibuat dengan memperhitungkan aspek keadilan

Demikian penjelasan mengenai pelatihan manajemen risiko mulai dari definisi hingga manfaatnya. Sekarang izinkan kami untuk bertanya, kapan terakhir kali perusahaan Anda mengikuti training manajemen risiko SDM?

Jika jaraknya sudah cukup lama atau bahkan belum melakukannya sama sekali maka ini adalah saat yang tepat.

Konsultasikan kebutuhan pengembangan SDM dan pengelolaan karyawan bersama kami, selesaikan kendala yang menghambat kemajuan bisnis Anda.  Hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website ini, sekian dan terima kasih.

Ini Dia 3 Upaya Nyata untuk Tingkatkan Manajemen SDM ASN

Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur adalah bagian penting bagi instansi pemerintah untuk berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan visi dan misi serta tujuan organisasi pemerintah. Alasan utamanya adalah Manajemen SDM ASN (Aparatur Sipil Negara) menjadi salah satu ujung tombak pemerintahan agar bisa mewujudkan pembangunan nasional yang lebih baik.

Namun tentunya untuk merealisasikan hal tersebut bukanlah hal yang mudah, perlu adanya evaluasi berkala dan komitmen untuk terus berorientasi pada kepatuhan dan pemenuhan tanggung jawab.

Meskipun kedengarannya merupakan hal yang sulit, apabila hal ini bisa terlaksana dengan baik maka ini bisa memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tindakan Penting untuk Meningkatkan Manajemen SDM ASN

Kami menilai ada sejumlah tindakan yang bisa dilakukan untuk mengupayakan peningkatan Sumber Daya Manusia dalam ASN.

manajemen sdm aparaturBeberapa di antaranya sebagai berikut. Ini akan menjadi proses yang panjang, tapi jika tidak memulainya maka sampai kapanpun kualitas ASN di Indonesia tidak bisa berubah.

1. Memperbaiki Sistem Rekrutmen

Sistem rekrutmen ASN saat ini menggunakan metode CPNS, terbuka untuk semua masyarakat Indonesia tidak membeda-bedakan strata sosial maupun kondisi ekonomi.

Rekrutmen ini haruslah dijalankan dengan transparan dan objektif untuk memastikan mereka yang terpilih memang kompeten di bidangnya dan layak untuk menjadi bagian dari ASN.

Namun, dalam implementasinya ada banyak risiko yang bisa muncul menyebabkan hasil pengujian tidak objektif dan bahkan menyeleweng dari ketentuan yang ada.

Tindakan kecurangan seperti memanipulasi hasil tes, mengutamakan “Golongan sendiri”, serta beberapa tindakan tidak terpuji lainnya ternyata memang bisa terjadi dalam proses rekrutmen ASN.

Ini sama sekali bukan hal yang sepele, kecurangan berpotensi menjadi bibit dari masalah yang lebih buruk, contohnya seperti KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

Jika tidak segera diberantas, maka lambat laun kualitas dari ASN akan memburuk dan kepercayaan masyarakat terus memudar.

Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem rekrutmen ASN antara lain seperti penegasan terhadap pentingnya kejujuran, menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat, dan sebagainya.

2. Meningkatkan Motivasi ASN Tapi Tidak Memanjakannya

Dengan memikul tanggung jawab yang berat, tentu ada kemungkinan pegawai ASN mengalami demotivasi dalam menjalankan tugasnya.

Oleh karenanya, perlu dilakukan program khusus untuk meningkatkan motivasi mereka melalui pemberian bonus kinerja, pelatihan dan pengembangan, apresiasi terhadap kinerja, meningkatkan transparansi, dan sebagainya.

Namun, hal ini juga tidak boleh dilakukan berlebihan. Fenomena yang akhir-akhir ini kerap terjadi adalah ASN terkesan terlalu dimanjakan.

Kenaikan gaji dan tunjangan tentu harus sepadan dengan performa kerja yang diberikan oleh para ASN. Jangan sampai performa buruk bukannya mendapatkan evaluasi dan penegasan untuk perbaikan malah terus-terusan diberi bonus.

Untuk menyeimbangkan antara motivasi ASN dan mendisiplinkannya manajemennya harus bijak, jangan sampai terjadi pemborosan anggaran.

3. Mengatasi Kendala dan Hambatan

ASN di negara kita masih harus menghadapi berbagai risiko dan tantangan yang terbilang cukup serius. Kendala dan masalah ini bisa menyebabkan ambruknya kualitas dari aparatur negara.

Beberapa di antaranya sudah terlalu sering diulang dalam media massa. Pertama, soal korupsi sebagai musuh utama yang merusak moral sekaligus etika dari para ASN.

Mereka yang melakukan tindakan ini hanya mementingkan diri sendiri. Namun, secara tidak langsung ini juga menunjukkan adanya kegagalan dalam manajemen, kurangnya pengawasan, serta berbagai problem lainnya.

Tidak hanya itu, ASN juga cukup rawan terhadap kendala keberpihakan. Sudah ditegaskan berulang bahwa aparatur negara tidak boleh memihak dan harus selalu netral dalam pemilu.

Dalam penerapannya tidak begitu, masih banyak aparatur negara yang melakukan keberpihakan.

Ini merupakan masalah, padahal di dalam undang-undang sudah tertera bahwa setiap ASN wajib bersifat netral akan tetap mengutamakan kepentingan umum di atas subjektivitas pribadi.

Baca juga: Tujuan Pengembangan SDM, Seberapa Besar Pengaruhnya?

Apakah Dibutuhkan Pihak Ketiga Dalam Manajemen SDM ASN?

Bergantung pada kondisinya, apabila internal kesulitan untuk menemukan solusi dalam manajemen aparatur negara maka tidak ada salahnya untuk menggunakan layanan dari konsultan manajemen SDM ASN pihak ketiga.

Salah satunya seperti layanan yang disediakan oleh Pakar Kinerja yang disediakan oleh beliau bapak Yodhia Antariksa. Sebagai konsultan yang bergerak di bidang jasa pengembangan SDM, kami bisa memberikan solusi untuk memperbaiki sistem manajemen ASN.

Beliau pernah menjadi konsultan manajemen untuk Kementerian Keuangan RI serta dipercaya sebagai pakar manajemen untuk perusahaan BUMN seperti PLN Persero, Pertamina, Angkasa Pura, dan lain sebagainya.

Sebagai penyedia layanan konsultan manajemen, kami berupaya untuk memberikan layanan yang berkualitas. Terlebih lagi untuk memperbaiki sistem manajemen dari ASN, tentunya ini merupakan tugas yang cukup berat.

Meskipun begitu, kami justru merasa senang jika lembaga ASN memerlukan bantuan dari kami bisa menghubungi bapak Yodhia Antariksa melalui kontak yang tersedia. Mari perbaiki kualitas ASN untuk memajukan negara.

Tujuan Pengembangan SDM, Seberapa Besar Pengaruhnya?

Kondisi sumber daya manusia punya pengaruh yang besar untuk keberlangsungan bisnis. Tujuan pengembangan SDM adalah meningkatkan kualitas kinerja karyawan menjadi lebih baik, manajemen lebih tertata.

Dengan begitu mampu menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam produksi/penyediaan layanan.

Secara umum semestinya ini sudah menjawab pertanyaan yang ada di judul utama tulisan ini, tapi tentu saja ini baru permulaan.

Anda bisa saja merupakan pemilik bisnis, orang yang ingin mendirikan usaha, atau bahkan tenaga kerja yang penasaran sebenarnya mengapa perusahaan  perlu repot-repot mengadakan memikirkan pengembangan SDM?

Tidak masalah, silahkan lanjutkan membacanya. Penulis akan berusaha untuk menjelaskan tujuan dari pengembangan SDM agar tetap relevan jika memahaminya dari berbagai sisi.

Ini Tujuan Pengembangan SDM, Bukan Sesuatu yang Sepele!

Sumber Daya Manusia menjadi salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan usaha. Jika SDM-nya kompeten dan berpengalaman tentu akan cukup masuk akal jika kualitas kinerja mereka juga akan memuaskan.

Namun, profesionalisme dan kompetensi di bidang keahlian tertentu tidak bisa dikuasai dalam waktu yang singkat.

Mempelajarinya secara otodidak juga tidak selalunya berjalan mulus, tanpa bimbingan dari yang lebih ahli besar kemungkinan Anda akan kehilangan arah.

Berikut, ini beberapa tujuan yang dicapai dalam pengembangan dan pelatihan SDM.

1. Meningkatkan Produktivitas Karyawan ke Level yang Lebih Baik

“Produktivitas karyawan”, menjadi salah satu tujuan pengembangan SDM. Terkesan simpel, tapi nyatanya jutaan perusahaan baru di luar sana pusing dengan persoalan ini.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, salah satunya dengan mengadakan pelatihan tertentu.

Training atau pelatihan ini bisa biasanya membahas berbagai macam materi seperti melatih keterampilan teknis, mengembangkan soft skill mereka, mengajarkan soal kepemimpinan, pengembangan bekerja dengan tim, pelatihan kesehatan dan kesejahteraan, dan sebagainya.

Jadi, semestinya tidak perlu tanggung-tanggung untuk mengalokasikan budget lagipula ini semua juga bermanfaat untuk peningkatan kinerja karyawan.

2. Mengurangi Risiko Kerusakan Produk

Apabila perusahaan memproduksi barang atau produk, tentu kualitas dan kelayakan menjadi poin yang penting sebelum proses distribusi kepada pelanggan.

Untuk memastikan semuanya sesuai dengan standar kualitas terbaik, maka dari sisi SDM-nya harus kita perbaiki dan pastikan dulu.

Tidak ada pengecualian, karyawan lama atau baru perlu mengikuti pelatihan lanjutan dari waktu ke waktu. Tujuan pengembangan SDM diharapkan mampu mencegah risiko kerusakan dan hal yang mempengaruhi mutu produk.

3. Membangun Kepribadian dan Moral yang Lebih Baik

Jika Anda menganggap keterampilan teknis dan keahlian adalah satu-satunya yang perlu difokuskan, maka sepertinya Anda keliru.

Tujuan dari pengembangan SDM lebih dari sekadar membuat tenaga kerja menjadi seorang ahli di bidangnya, tapi upaya ini juga bertujuan untuk memperbaiki moral dan membangun kepribadian yang baik untuk semua tim internal.

Kenapa ini menjadi hal yang penting? Jangan salah, karyawan yang tidak diarahkan dengan baik bisa menjadi bumerang bagi perusahaan. Mereka bisa melakukan tindakan yang merugikan seperti menerima gratifikasi, melakukan korupsi, dan lain sebagainya.

Dengan mengikuti pelatihan diharapkan mereka bisa bersikap dengan lebih baik, memahami etika, sopan, santun, sekaligus memupuk loyalitas bagi tenaga kerja.

Baca juga: Mengenal Manajemen Karir Serta Manfaatnya Dalam Perusahaan

Apa Saja Upaya untuk Pengembangan SDM dalam Perusahaan?

Setelah memahami tujuan dari pengembangan SDM, maka langkah berikutnya adalah mengambil tindakan yang lebih nyata untuk melakukannya. Baiklah, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia:

Mengikuti Pelatihan atau Diklat

Pertama, Anda bisa mengikuti diklat sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan praktis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam lingkup pekerjaan. Diklat mampu meningkatkan keterampilan dari tenaga kerja baik yang sudah lama atau mereka yang masih baru.

Melakukan Studi Banding

Metode kedua yang bisa dilakukan untuk pengembangan SDM yaitu dengan membandingkan sistem kerja antara satu perusahaan dengan tempat lain.

Teknis ini sedikit lebih sulit, karena karyawan atau perwakilan dari tenaga kerja setidaknya perlu melakukan evaluasi langsung dan mengamati gambaran sistem kerja yang ada di perusahaan tertentu.

Perusahaan yang menjadi acuan tentu haruslah mempunyai sistem yang lebih baik dan dinilai bisa menjadi contoh untuk perusahaan Anda.

Mendaftarkan Diri untuk Uji Kompetensi

Terakhir, metode ini mungkin tidak begitu disukai oleh karyawan. Namun tentu ini baik untuk perkembangan mereka ke depannya.

Asesmen kompetensi merupakan proses untuk menilai seberapa baik pemahaman mereka terhadap sesuatu, khususnya bidang kerja yang dimiliki. Mereka akan mengikuti serangkaian tes dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, bisa dilakukan secara internal atau dari pihak ketiga.

Dalam beberapa tipe uji kompetensi, karyawan bisa saja memperoleh sertifikat yang nantinya bisa menjadi bukti kompetensi dan keahlian mereka secara valid.

Demikian tujuan pengembangan SDM beserta dengan cara untuk mencapainya. Apabila perusahaan Anda mempunyai kendala dengan persoalan sumber daya manusia jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami.

Tentunya Bapak Yodhia Antariksa selaku konsultan manajemen dengan senang hati akan membantu Anda memberikan arahan dan konsultasi.