Contoh Job Desk Manajer SDM, Peran, dan Tipe yang Perlu Dipahami

Manajer SDM atau HRD merupakan salah satu posisi penting di dalam sebuah perusahaan, khususnya untuk memastikan perusahaan memiliki tenaga kerja berkualitas. Untuk menjadi manajer tersebut harus dipahami apa saja job desk nya, sehingga saat sudah bekerja bisa mengimplementasikannya dengan benar. Berikut ini beberapa contoh job desk manajer SDM yang dapat dijadikan pedoman.

Job desk ini akan diperjelas, ketika sebuah perusahaan membuka lowongan pekerjaan untuk posisi tersebut. Jika perusahaan Anda salah satunya, pastikan memasukkan job desk yang lengkap agar kandidat yang didapat memiliki kualifikasi yang sesuai.

contoh job desk manajer SDM

Contoh Job Desk Manajer SDM

Dalam SOP perusahaan, tugas dan fungsi masing-masing komponen akan dijelaskan secara detail. Berikut ini beberapa contoh yang sudah sering digunakan oleh berbagai perusahaan dalam menyaring kandidat manajer SDM terbaik.

  • Memiliki tanggung jawab untuk mengelola SDM yang sudah ada dan mengembangkan potensi SDM tersebut
  • Memastikan penggunaan sistem SDM yang tepat untuk perusahaan, sekaligus efektif serta efisien dalam penerapannya
  • Memiliki tanggung jawab dalam hal rekrutmen karyawan saat dibutuhkan
  • Mempersiapkan, melakukan, mengawal, dan mengevaluasi semua kegiatan yang berhubungan dengan SDM. Diantaranya pembinaan, pelatihan, pengembangan potensi di bidang keterampilan maupun pengetahuan karyawan dari berbagai posisi kerja mereka
  • Memiliki tanggung jawab untuk mengatur sistem absensi karyawan, sebagai bagian dari penerapan disiplin kerja perusahaan
  • Memiliki tanggung jawab di bidang distribusi gaji, mulai dari posisi karyawan dan hitung-menghitung soal gaji pokok, bonus, hingga tunjangan sesuai jabatan setiap karyawan. Sehingga tidak terjadi kesenjangan pendapatan pada masing-masing karyawan.
  • Melakukan evaluasi kinerja karyawan, kemudian memberikan tindakan yang tepat seperti sanksi jika karyawan melakukan pelanggaran aturan perusahaan, begitu juga dengan tindakan rewards jika karyawan telah memberikan kontribusi positif kepada perusahaan
  • Menjadi pengelola anggaran divisi SDM perusahaan, agar penggunaannya benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi kemajuan SDM perusahaan
  • Menjadi konektor antar divisi kerja di dalam sebuah perusahaan, baik dalam hal koordinasi maupun hal-hal yang menyangkut ketenagakerjaan
  • Secara berkala mampu melakukan evaluasi terhadap strategi yang sudah diterapkan, dalam rangka memaksimalkan kualitas dan kinerja SDM perusahaan. Kemudian memberikan rekomendasi strategi baru jika dibutuhkan, termasuk mengimplementasikannya ketika disetujui oleh manajemen perusahaan
  • Memberikan penilaian berbasis kinerja kepada karyawan secara berkala, dalam upaya memastikan kualitas karyawan. Juga sebagai referensi apakah nantinya perusahaan membutuhkan tambahan karyawan baru, pengurangan karyawan, atau mengangkat karyawan dari satu posisi kerja ke posisi lainnya.

Kualifikasi Terbaik Seorang Manajer SDM

Bukan tanpa kemampuan, ketika menerima seorang manajer SDM di sebuah perusahaan maka ada kualifikasi yang perlu dipenuhi oleh mereka. Diantaranya soal pendidikan dan kemampuan yang dimiliki saat ini. Beberapa yang sebaiknya wajib masuk dalam kualifikasi adalah

  • Minimal merupakan lulusan D3 dari jurusan Psikologi, karena akan sangat berhubungan dengan personal karyawan. Namun seiring meningkatkan persaingan di dunia kerja, saat ini kebanyakan lulusan S1 dan S2 Psikologi lebih diprioritaskan untuk posisi Manajer SDM.
  • Memiliki pengalaman bekerja di posisi yang sama dalam jangka waktu tertentu, untuk membuktikan kepiawaian mereka dalam bekerja. Jadi, bukan orang baru di dunia HRD.
  • Paham berbagai aplikasi penunjang kinerja divisi HRD perusahaan, mulai dari aplikasi penghitungan gaji, absensi, hingga program-program pendukung administrasi karyawan yang dibutuhkan sebuah perusahaan
  • Memiliki kepribadian pemimpin, teknik komunikasi yang bagus dengan berbagai kategori karyawan, dan terbukti menjadi problem solving terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan karyawan
  • Memiliki pemahaman tentang tata cara pemberian gaji karyawan, aturan tentang ketenagakerjaan, dan paham bagaimana cara mengimplementasikannya di dalam sebuah perusahaan.

Peran Penting Manajer SDM untuk Perusahaan

Beberapa peran berikut ini tidak dapat dilepaskan dari sosok seorang Manajer SDM, oleh karena itu sangat penting untuk memilih sosok berkualitas untuk mengisi posisi strategis tersebut. lantas apa saja perannya?

  • Menjadi Pengontrol Fungsi Divisi SDM

Peran pertama adalah melakukan pengontrolan fungsi divisi SDM secara internal, agar bertugas sesuai fungsinya bagi perusahaan. Caranya, dengan membuat standar kerja internal yang jelas bagi semua bagian dari divisi tersebut.

Termasuk melakukan evaluasi berkala terhadap pencapaian kerja divisi SDM, sehingga kesalahan sekecil apapun dapat diminimalisir. Apalagi jika berhubungan dengan karyawan perusahaan. Cara berikutnya dengan memastikan internal divisi SDM diisi oleh personil yang kompeten di bidangnya masing-masing.

  • Menjadi Tempat Konsultasi Soal Ketenagakerjaan

Manajemen perusahaan dapat menjadikan manajer SDM sebagai tempat berkonsultasi, berkaitan dengan ketenagakerjaan perusahaan. Baik itu soal kinerja karyawan, hingga masalah-masalah lain yang berhubungan dengan SDM.

Oleh karena itu, memang sangat dibutuhkan sosok manajer SDM yang memang paham luar dalam soal masalah ketenagakerjaan. Supaya mereka dapat memberikan referensi yang tepat bagi perusahaan.

  • Melayani Semua SDM Perusahaan Sesuai Posisi Masing-Masing

Menjadi pelayan bagi SDM perusahaan sesuai porsi masing-masing, tidak membedakan setiap posisi karena pada dasarnya semua memiliki tujuan untuk mencapai target perusahaan.

Pelayanan yang dimaksud diantaranya meliputi memberikan hak dan kewajiban setiap karyawa secara proporsional, sesuai aturan perusahaan. Memberikan evaluasi secara transparan terhadap kinerja karyawan, sehingga bagi yang berhak naik jabatan akan menerima kesempatan baik tersebut.

  • Menjadi Garda Terdepan Pemenuhan Hak dan Kewajiban SDM Perusahaan

Manajer SDM bersama jajarannya akan menjadi garda terdepan, untuk memenuhi semua hak dan kewajiban SDM perusahaan. Mulai dari hak gaji dan tunjangan, hak di lingkungan kantor dan lainnya. Kemudian memastikan semua SDM berfungsi dengan baik sesuai posisinya masing-masing.

Tipe Manajer SDM yang Dibutuhkan Perusahaan

Bagi perusahaan skala besar, akan membutuhkan beberapa manajer SDM sesuai dengan lingkup kerja di divisi HRD tersebut. Setidaknya ada tiga tipe manajer SDM yang biasanya akan dimaksimalkan fungsinya agar perusahaan bisa berjalan dengan baik.

  • Manajer Rekrutmen

Manajer ini akan lebih fokus untuk melakukan proses rekrutmen karyawan, memiliki tanggung jawab agar setiap proses rekrutmen berjalan lancar. Kemudian menghasilkan susunan karyawan yang potensial dan memiliki kompetensi terbaik bagi perusahaan.

Selain itu, juga bertugas untuk menyusun strategi rekrutmen yang tepat, sesuai kebutuhan perusahaan. Paham pola rekrutmen dan selalu update dengan informasi rekrutmen terbaru.

  • Manajer Hubungan Ketenagakerjaan

Manajer ini akan lebih fokus kepada hubungan perusahaan dengan tenaga kerja, terutama serikat tenaga kerja yang dibentuk oleh perusahaan maupun secara independent.

Mereka harus memiliki kemampuan negosiasi, menghadapi berbagai keluhan dan memberikan solusi terbaik bagi semua pihak. Oleh karena itu, kemampuan di bidang psikologi akan sangat dibutuhkan untuk posisi ini juga memiliki pemahaman soal hukum yang lengkap.

  • Manajer Bidang Payroll

Yang tidak kalah penting adalah manajer di bidang payroll, mereka akan mengurus soal gaji dan keuangan lainnya terkait karyawan. Sehingga semua karyawan dapat menerima gaji dan tunjangan yang tepat sesuai posisi mereka, tanpa menimbulkan masalah.

Kesimpulan

Kesimpulan dari penjelasan di atas ada tiga poin:

  1. Manajer SDM memiliki job desk yang jelas dan sangat berhubungan dengan eksistensi SDM dalam sebuah perusahaan
  2. Semakin besar perusahaan, akan semakin banyak manajer SDM dibutuhkan sesuai tugas dan fungsi yang ingin dimaksimalkan.

Demikianlah informasi seputar contoh job desk manajer SDM dan informasi penting lainnya seputar posisi manajer tersebut. apakah Anda berminat untuk mencoba melamar untuk posisi tersebut?

Biaya Pembuatan Job Desk dan SOP

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa jib description seringkali didefinisikan sebagai uraian pekerjaan atau uraian jabatan yang memuat beberapa pedoman tugas dan fungsi. Itu sebabnya job desk ini erat juga kaitannya dengan SOP atau standar operasional prosedur. Nah, pertanyaannya adalah, berapa biaya pembuatan job desk dan SOP ini?

Sebelum membahas lebih jauh terkait biaya dari pembuatan job desk dan SOP yang umumnya dibutuhkan oleh perusahaan, yuk simak pembahasan terkait topik dasar keduanya terlebih dahulu yang ada di bawah.

biaya pembuatan job desk dan SOP

Mengenal Pembuatan Job Desk

Jika dilihat dari definisi lain, job desk ini menjadi daftar pedoman yang dipegang seseorang dalam menjalankan tugas, fungsi, hingga tanggung jawab pada jabatan atau posisi tertentu. Biasayanya job desk juga dilengkapi dengan adanya hierarki susunan organisasi untuk beberapa jabatan terkait, spesifikasi jabatan seperti pengalaman kerja hingga minimal tingkat pendidikan.

Sementara, jika dilihat dari definisi khususnya, maka job desk diartikan sebagai sebuah perangkat yang cukup penting guna memberikan gambaran hingga tugas yang jelas serta tanggung jawab maupun wewenang. Gambaran tadi diperuntukkan kepada para karyawan atau bawahannya untuk dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan tugas.

Sederhananya, job desk ini merupakan sebuah uraian atau catatan tertulis dan sistematis tentang tugas-tugas yang hendak dilakukan. Isinya sendiri berupa wewenang, tanggung jawab, hubungan koordinasi, uraian aktivitas, hingga persyaratan tentang jabatan.

Untuk syarat jabatan ini biasanya berisi tentang Pendidikan minimal, penguasaan kemampuan yang dimiliki dengan dibuktikan adanya dokumen tertentu, hingga kompetensi yang dibutuhkan.

Itu sebabnya out put dari pembuatan job desk ini biasanya berkaitan dengan dokumen tentang tugas, tanggung jawab, dan kewajiban dari sebuah jabatan sebagaiamana yang disinggung tadi.

Sedangkan jika perusahaan Anda hendak membuat job desk, maka yang harus dilakukan adalah melewati proses job analysis terlebih dahulu atau terkait analisis jabatan. Di mana langkah ini merupakan sebuah penelitian atau pendekatan tentang jabatan dengan cara kuesioner atau wawancara kepada orang atau pihak yang menduduki jabatan terkait.

Selanjutnya, hasil analysis bisa dituangkan dalam bentuk jib desk.

Nah, setelah Anda mengenal tentang job desk, selanjutnya akan dibahas seputar SOP atau standar operasional prosedur sebelum Anda mengetahui besarnya biaya pembuatan job desk dan SOP. SOP ini juga tidak kalah pentingnya untuk sebua perusahaan. Jadi, yuk langsung saja simak pembahasannya di bawah.

Mengenal Standar Operasional Prosedur

SOP atau standar operasional prosedur sangat dibutuhkan oleh perusahaan tanpa terkecuali. Jadi, baik perusahaan skala mikro, menengah, maupun perusahaan makro, semuanya tetap memerlukan kehadiran SOP hingga job desk yang sudah dijelaskan di atas.

Adanya SOP dan job desk ini membuat bisnis perusahaan Anda bisa berjalan lebih lancar sesuai dengan yang diharapkan.

Nah, SOP sendiri merupakan petunjuk yang lebih terperinci atau lebih detail yang dimanfaatkan sebagai pedoman pelaksanaan tugas yang ada pada job desk. Bentuk dari SOP sendiri bisa berbentuk sebagai tabel, narasi, hingga flowchart.

Sementara, untuk mendapatkannya bisa dengan memetakan atau mapping dari setiap langkah kerja maupun proses bisnis yang lengkap dengan risiko untuk setiap langkah-langkah tadi.

Jika dilihat dari pembuatan kedua hal penting tadi, maka dapat ditarik benang merah sebagai berikut.

  1. Pembuatan job desk membutuhkan job analisis atau analisis pekerjaan terlebih dahulu,
  2. Job desk yang ada dimanfaatkan untuk mapping pada langkah kerja lengkap dengan risikonya,
  3. Setelah pelaksanaan mapping, barulah bisa dilakukan penusunan standar operasional prosedur atau SOP.

Usai Anda mengetahui bagaimana keterkaitan antara beberapa hal penting dalam perusahaan tadi, maka di samping mengetahui biaya pembuatan job desk dan SOP, jangan lupa melakukan review kedua hal tadi jika sudah berhasil di buat.

Selanjutnya, Anda juga bisa mengajukan revisi atau perbaikan jika terdapat draft job desk maupun SOP yang belum sesuai dengan keinginan. Revisi atau perbaikan juga bisa dilakukan untuk menyesuakan perkembangan zaman dan perkembangan bisnis Anda.

Lantas, bagaimana dengan biayanya? Untuk biaya yang dikeluarkan saat Anda hendak membuat job desk dan SOP umumnya sebagai berikut.

Biaya Pembuatan Job Desk dan SOP

Secara garis besar, pembuatan job desk dan SOP membutuhkan waktu pengerjaan 4 sampai 14 hari kerja. Sedangkan untuk gambaran biaya penyusunan kurang lebih adalah sebagai berikut.

1. Paket A

Pada paket A, Anda perlu mengeluarkan Rp10.000.000 untuk kepentingan minimal 3 job desk dengan maksimal 7 job desk. Perlu Anda ingat, bahwa biaya tadi belum termasuk biaya transportasi atau akomodasi yang dibutuhkan saat survey maupun sosialisasi oleh tim konsultan.

Nah, untuk mendapatkan fasilitas tadi biasanya Anda akan menunggu waktu pengerjaan antara 4 sampai 6 hari kerja.

2. Paket B

Selain paket A, Anda juga akan disuguhkan dengan layanan lain yang dalam pembahasan umum kali ini disebut sebagai paket B. Bebeda dengan paket A, untuk paket B sendiri biasanya berisi minimal 8 job desk dan maksimal 12 job desk dengan harga kurang lebih Rp18.500.000.

Selain itu, biasanya biaya yang dikeluarkan tadi belum termasuk biaya transportasi atau akomodasi yang dibutuhkan saat survey maupun sosialisasi oleh tim konsultan.

Mengingat kebutuhan job desk dan SOP nya lebih banyak, maka untuk waktu pengerjaannya sendiri berada di range 6 sampai 10 hari kerja.

3. Paket C

Terakhir terdapat paket C yang umumnya berisi pengerjaan minimal 13 job desk dan maksimal 17 job desk. Biaya yang dibebankan untuk paket ini kurang lebih adalah Rp29.000.000 belum termasuk biaya transportasi atau akomodasi yang dibutuhkan saat survey maupun sosialisasi oleh tim konsultan.

Lantas, berapa waktu rata-rata pengerjaan untuk layanan ketiga ini? Untuk waktu pengerjaan pada layanan ini biasanya berada di range waktu 10 sampai 14 hari kerja.

Menarik bukan? Hal lain yang sering ditanyakan adalah siapa pihak yang seringkali dibebankan untuk membuat job desk dan SOP di perusahaan. Jika Anda memiliki pertanyaan yang serupa, berikut pembahasannya.

Pihak yang Membuat Job Desk dan SOP di Perusahaan

Bagi Anda yang belum tahu, biasanya untuk job desk dan standar operasional prosedur atau SOP ini disusun atau dipegang oleh tim khusus dari berbagai macam tenaga yang kompeten di masing-masing divisi perusahaan.

Sebagai contoh adalah untuk pihak marketing manager, HRD manager, financial manager, quality managemeny representative atau QMR manager, dan pihak lainnya. Meskipun demikian, hal ini bukan sebuah patokan atau hal baku. Sebab, penyususnannya bisa disesuaikan dengan kebijakan atau situasi dari masing-masing perusahaan.

Bahkan, seringkali perusahaan juga meminta bantuan kepada pihak yang lebih professional. Yakni bisa juga dengan meminta bantuan dari sebuah jasa konsultan job desk dan SOP.

Demikian pembahasan seputar biaya pembuatan job desk dan SOP lengkap dengan penjelasan dari masing-masing hal tadi dan siapa pihak yang membuatnya.

Biaya Sertifikasi Manajer SDM dari BNSP

Sebagaimana yang diketahui, sumber daya manusia merupakan faktor primer yang banyak dibutuhkan di dalam perusahaan. Melalui manajemen SDM yang baik atau mumpuni, membantu perushaan dapat mencapai kesuksesan hingga pengembangan yang baik pula. Itu sebabnya banyak perusahaan mengharuskan adanya sertifikasi manajer SDM. Lantas, berapa biaya sertifikasi manajer SDM dari BNSP?

Nah, sebelum membahas lebih lanjut mengenai biaya sertifikasi tersebut, simak terlebih dahulu penjelasan mengenai sertifikasinya.

biaya sertifikasi manajer SDM dari BNSP

Mengenal Sertifikasi Manajer SDM dari BNSP

Sesuai dengan namanya, sertifikasai manajer SDM dari BNSP merupakan sertifikasi bagi manajer SDM yang diadakan oleh BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Nantinya, peserta sertifikasi akan mempelajari bagaimana sistem kompensasi serta berbagai macam benefit secara langsung maupun tidak langsung seperti insentif, bonus, dan tunjangan yang tidak asing di dunia kerja.

Meskipun sertifikasi ini cukup memakan banyak waktu, namun apa yang didapatkan peserta sangat bermanfaat untuk kinerja kedepannya. Alhasil, perusahaan pun bisa mendapatkan dampak positifnya dari pelatihan manajer yang dilakukan.

Kenapa Harus Melakukan Sertifikasi Manajer SDM dari BNSP

Salah satu alasan yang membuat seseorang atau perusahaan untuk menerjunkan peserta sertifikasi adalah untuk melindungi berbagai profesi personal khususnya dalam hal manajemen.

Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan atau yang akrab disapa Kemnaker juga mengingatkan tentang pentingnya sertifikasi manajemen SDM.

Sertifikasi manajemen SDM atau yang dikenal juga sebagai sertifikasi untuk para praktisi SDM maupun HR di perusahaan ini juga sudah ditetapkan wajib sebagaimana Surat Edaran Menaker No 5 tahun 2019. Yakni tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Kompetensi Terkait Jabatan Bidang Manajemen SDM.

Nah, untuk lebih terperinci, berikut beberapa alasan penting kenapa perlu dilakukan sertifikasi manajer SDM dari BNSP sebelum Anda mengetahui biaya sertifikasi manajer SDM dari BNSP.

1. Perusahaan Bisa Berjalan dengan Lebih Baik

Bagi Anda yang belum tahu, salah satu kunci dari perusahaan atau industri supaya bisa berjalan dengan baik adalah SDMnya memiliki kompetensi. Salah satu di antaranya adalah kompetensi dalam bentuk sertifikasi manajer SDM dari BNSP.

2. Meningkatkan Produktivitas

Adanya SDM yang memiliki kompetensi juga bisa membuat kinerja atau produktivitas di perusahaan terkait bisa meningkat. Pasalnya, jika semua pekerjaan ditangani oleh para SDM maupun HR yang professional serta kompeten, kinerja yang dihasilkan pun akan cepat dan tepat.

3. Meningkatkan Profesionalitas

Kondisi sebelum dan sesudah pelatihan atau sertifikasi tentu akan memberikan dampak berbeda bagi peserta sertifikasi.

Peserta sertifikasi akan mendapatkan pengetahuan dan skill baru sehingga bisa upgrade kemapuan dan bisa dikatakan profesionalitasnya meningkat. Jika diterapkan pada perusahaan, maka akan memberikan dampak positif bagi kemajuan perusahaan.

4. Membangun Hubungan Industri yang Harmonis

Tahukah Anda bahwa dengan mengikuti sertifikasi SDM dari BNSP juga bisa membangun hubungan industry yang harmonis di dalam perusahaan. Itu sebabnya banyak pihak yang mendukung adanya langkah Kemenker untuk menerapkan wajib sertifikasi kompetensi terkait jabatan manajemen SDM.

5. Melahirkan Kesepakatan dan Komitmen Bersama yang Positif

Penting bagi perusahaan memiliki kesepakatan, tujuan, hingga komitmen. Salah satu upaya yang menunjukkan sebuah perusahaan memperjuangkan beberapa hal tadi adalah dengan meningkatkan skill kerja SDM yang ada di dalamnya.

Termasuk untuk skill manajer SDM yang bisa dilakukan melalui sertifikasi manajer SDM dari BNSP.

6. Memenuhi Kebutuhan Praktisi

Keahlian manajer SDM menjadi sebuah kebutuhan bagi para praktisi SDM itu sendiri. Pasalnya, sudah menjadi sebuah hak yang perlu dipenuhi oleh para praktisi terkait keahlian atau keilmuan tentang manajemen SDM.

Oleh sebab itu, perusahaan perelu support bahkan bila perlu membantu terkait biaya sertifikasi manajer SDM dari BNSP untuk para praktisinya.

Setelah Anda mengetahui beberapa alasan penting kenapa harus melakukan sertifikasi, berikut akan dibahas terkait biaya seputar sertifikasi tersebut. Yuk, langsung saja simak pembahasannya.

Biaya Sertifikasi Manajer SDM dari BNSP

Supaya lebih dipercaya sebagai sosok praktisi yang capable, maka penting bagi Anda memiliki sertifikat kompetensi. Bisa dikatakan bahwa sekitar 80% lebih para pekerja atau karyawan yang memiliki sertifikat kompetensi akan diuntungkan dengan peluang karir yang lebih cerah serta promosi jabatan yang tergolong lebih cepat.

Salah satu yang bisa diperjuangkan adalah sertifikasi MSDM yang bisa mendukung skill Anda dalam manajemen sumber daya manusia.

Sertifikasi manajer SDM atau sertifikasi MSDM sendiri memiliki beberapa kebijakan sendiri-sendiri untuk biaya yang dipasangkan. Artinya, tergantung dari kebijakan LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi MSDM.

Sementara, untuk biaya secara umum, sertifikasai tentang manager ini adalah Rp4,5 juta. Ada pula untuk Rp3.500.000 untuk bagian kepala SDM, Rp3.000.000 untuk bagian manajer SDM, dan Rp3.500.000 untuk bagian manajer sumber daya manusia.

Selain bagian manajer, untuk biaya lain terkait SDM sendiri yakni seperti sertifikasi staf sumber daya manusia Rp850.000, dan supervisor sumber daya manusia Rp2.000.000.

Sementara, secara umum untuk persyaratan peserta yang boleh mengikuti sertifikasi ini umumnya adalah sebagai berikut.

1. Minimal Lulusan D3

Syarat pertama yang ditujukan untuk para peserta sertifikasi adalah minimal lulusan D3 dengan pengalaman di dalam bidang manajemen SDM paling tidak 5 tahun. Hal tersebut bisa dibuktikan engan foto copy ijazah Pendidikan terakhir.

2. Foto 3×4

Selain kualifikasi pendidikan, syarat selanjutnya untuk para peserta sertifikasi manager SDM dari BNSP adalah foto formal ukuran 3×4 berwarna sebanyak 4 foto. Jadi, Anda juga perlu mempersiapkan dokumen foto jika hendak melakukan pendaftaran sertifikasi satu ini.

3. CV

Tidak hanya beberapa berkas tadi. Anda juga perlu menyiapkan CV terbaru sebagai dokumen lain yang perlu dikumpulkan pada uji sertifikasai manajer SDM.

4. Sertifikat Lain Jika Ada

Selanjutnya, siapkan juga sertifikat atau surat keterangan kerja, maupun dokumen lain yang menunjukkan bahwa Anda pernah mengikuti pelatihan yang dianggap relevan dengan bidang manajemen SDM. Hanya saja, Anda bisa mengumpulkan dokumen ini jika memiliki. Jadi, tidak perlu khawatir jika memang Anda belum memiliki dokumen pendukung satu ini sebab tidak terlalu diwajibkan.

Nah, biasanya, pelaksanaan atau durasi kegiatan dari sertifikasi profesi satu ini berkisar 5 hari. Yakni dengan rincian 4 hari pelatihan dan 1 hari pelaksanaan uji kompetensi atau sertifikasinya.

Sedangkan untuk skema serta unit kompetensi sertifikasi yang ada pada profesi level MSDM bisa Anda cek di bawah.

Skema dan Unit Kompetensi

Beberapa daftar unit kompetensi sertifikasi profesi level MSDM adalah sebagai berikut.

  1. Kompetensi inti
  2. Kompetensi pilihan yang terdiri dari strategi dan perencanaan SDM, pengembangan organisasi, pembelajaran dan pengembangan, manajemen talenta, manajemen karir, manajemen kinerja dan remunerasi, hubungan industrial, dan administrasi serta informasi sumber daya manusia.

Itulah pembahsan seputar biaya sertifikasi manajer SDM dari BNSP yang perlu Anda ketahui. Tentunya lengkap dengan pembahasan lainnya mulai dari pentingnya mengikuti sertifikasi tersebut, pengenalan sertifikasi MSDM itu sendiri, hingga skema dan unit kompetensi atau sertifikasi manajer MSDM.

DOWNLOAD GRATIS sekarang juga !!