Kenapa Motivasi Kerja Karyawan Menurun? Perlu Dipahami Penyebab dan Solusinya.

Karyawan yang telah bergabung bersama perusahaan lebih dari setahun bisa saja alami penurunan motivasi. Ada banyak alasan yang menyebabkan motivasi bekerja turun. Hal ini perlu dipahami oleh leader proyek maupun manajer. Kami akan membahas tentang kenapa motivasi kerja karyawan menurun.

kenapa motivasi kerja karyawan menurun

Berdasarkan studi tertentu, 48% karyawan tidak menyukai pekerjaannya. Sebagian besar dari mereka merasakan stress yang berlebihan ketika di kantor. Hanya sedikit sekali karyawan yang betah berada di kantor. Penyebab stress berasal dari banyak hal, seperti teman toksik, leader terlampaui keras, sampai dengan karyawan perlu melakukan multitasking berlebihan.

Jika manajer berusaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, penting untuk mengetahui akar permasalahan. Memahami akar permasalahan dapat membantu penyelesaian masalah. Alhasil lingkungan kantor yang supportive dapat tercipta.

  1. Progress Kerja Tidak Sesuai Target

Perusahaan selalu memerlukan kinerja baik untuk bisa berkompetisi. Sayangnya tidak semua karyawan bisa terus mendapatkan inovasi dan bekerja memenuhi target. Kesalahan juga bisa saja datang dari lingkungan perusahaan yang mana tidak memberikan penghargaan terhadap karyawan berprestasi.

Adakalanya kesalahan berasal dari perusahaan menetapkan target yang terlalu mustahil dicapai oleh karyawan berprestasinya sekalipun. Semua kondisi tersebut dapat melemahkan motivasi bekerja para karyawan. Motivasi yang telah mengalami penurunan seringkali memberikan progress yang tidak memuaskan.

Atasan tentu lambat laun akan marah dalam menghadapi permasalahan ini. Karyawan yang dianggap kurang progress akan mendapatkan banyak peringatan. Semakin banyak peringatan dan kemarahan kepada karyawan tadi, maka membuat mereka semakin demotivasi.

Tak jarang dari karyawan tersebut yang berpikiran untuk pindah ke perusahaan lain. Perusahaan yang cenderung membuat motivasi karyawan umumnya membuat mereka harus terus membuka rekrutmen baru. Padahal terus-menerus mencari karyawan baru juga membuat sejumlah dana keluar.

  1. Kurang Kejelasan Target yang Diinginkan Perusahaan

Hal lain yang menyebabkan kenapa motivasi kerja karyawan menurun adalah ketidakjelasan target dari perusahaan. Seorang manajer harus mampu memberikan gambaran target yang jelas kepada karyawan. Meskipun trend demand berubah-ubah, tetapi manajer harus tetap dapat menentukan arah tujuan para karyawan. Memang untuk bisa menetapkan target diperlukan analisa matang dan ketajaman naluri bisnis.

Sayang tidak semua manajer dapat mengidentifikasi target dengan jelas. Alhasil karyawan yang tidak paham tentang apa target menjadi tidak semangat dalam bekerja. Mereka cenderung akan mengerjakan tugas yang sama tanpa hasil memuaskan. Tentu saja kebiasan tersebut tidak baik diteruskan karena dapat menghambat perkembangan perusahaan.

Penyebab yang satu ini juga dapat membuat karyawan terhambat dalam mengembangkan skill. Tidak heran seorang manajer perlu bergabung di komunitas bisnis tertentu untuk bisa paham kemana arah trend permintaan menuju. Alhasil mereka lebih mudah dalam menentukan target.

  1. Komunikasi yang Kurang Terjalin

Seluruh karyawan yang berada di perusahaan juga perlu selalu merawat komunikasi. Kelancaran komunikasi membuat proses produksi, penjualan, dan kegiatan lain di perusahaan menjadi lebih sinkron. Alhasil tidak ada kejadian seperti salah produksi barang maupun kesalahpahaman lainnya. Sebuah kesalahan produksi sendiri bisa menjadi hal fatal saat terlanjur memproduksi ribuan barang.

Tidak heran seorang manajer perlu untuk menjaga lingkungan dapat berkomunikasi dengan baik. Apabila terdapat kekeliruan komunikasi maka berusaha cari solusi bersama dengan bagian produksi. Berfokus pada cara menyelesaikan masalah. Jangan justru sibuk mencari siapa yang salah karena kondisi yang demikian dapat membuat lingkungan menjadi tidak kondusif.

Menciptakan lingkungan kerja kondusif memang tidak mudah mengingat karakter teman kerja berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti mampu menunjang kondisi adalah perlakukan karyawan sebagai keluarga. Berusahalah mencari tahu cara mendekati rekan kerja berdasarkan karakter masing-masing.

  1. Merasa Invisible di Kantor

Apa kamu pernah merasa menjadi orang invisible di kantor sewaktu internship? Menjadi orang invisible bukan hal menyenangkan. Seorang manajer yang baik akan berusaha untuk memperhatikan setiap karyawan. Terlebih lagi setiap orang menginginkan untuk dihargai. Penghargaan terkecil dapat diberikan dengan mempertimbangkan ide-ide yang diberikan oleh setiap karyawan.

Bahkan kamu juga tetap harus menghargai pendapat dari orang introvert. Orang introvert cenderung kurang komunikasi. Apabila mereka sampai memberikan ide atau berbicara maka mereka telah mengeluarkan energi ekstra. Maka hargai juga orang-orang introvert.

Lingkungan yang selalu peduli satu sama lain akan memacui karyawan nyaman dalam bekerja. Rasa nyaman dapat menunjang performa di kantor. Seorang manajer juga disarankan untuk terus mengajak ngobrol orang yang cenderung introvert di kantor.

  1. Trust Issue

Seorang manajer umumnya punya pengalaman, pengetahuan, dan skill lebih daripada karyawannya. Namun semua kelebihan tersebut justru membuatnya kesulitan dalam mendelegasikan pekerjaan ke karyawan lainnya. Para manajer cenderung kurang mempercayai kemampuan karyawan.

Masalah kurang percaya pada kemampuan karyawan dapat menjadi masalah besar. Karyawan bisa tertekan dan frustasi. Dalam kondisi yang tidak nyaman dapat memicu kemampuan mereka kurang konsentrasi terhadap tugas. Perasaan benci terhadap manajer juga bisa menjadi pemicu karyawan tidak bersemangat mengerjakan tugas.

Sebaiknya manajer mencari tahu dahulu tentang kelemahan, kelebihan, pengalaman, dan skill dari setiap karyawan. Pilih karyawan yang tepat untuk mengerjakan suatu tugas berdasarkan keempat poin tadi. Kemudian bebaskan para karyawan untuk bisa menyelesaikan misi masing-masing.

Apabila dalam meeting manajer bertemu karyawan dengan progress kurang memuaskan, maka berusaha untuk memecahkan bersama tim. Kemudian tekankan kepada seluruh tim kalau menemukan hal yang tidak baik langsung berusaha untuk memperbaiki kondisi tanpa perlu menyalahkan orang tertentu.

  1. Terlalu Banyak Pekerjaan yang Dikerjakan dalam Satu Waktu

Banyak kita temukan seorang karyawan yang mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu. Mereka rentan untuk melakukan kesalahan karena otak manusia didesain untuk kerjakan satu pekerjaan. Tak hanya itu, mengerjakan tugas secara bersamaan juga bisa membuat mereka kesulitan dalam mengidentifikasi permasalahan.

Tentu saja semua hal tadi akan membuat performa karyawan kurang memuaskan di mata atasan. Ujung-ujungnya karyawan akan turun tingkat kepercayaan dirinya. Tak jarang dari mereka yang alami kecemasan berlebih. Karyawan yang mengalami hal tersebut disarankan untuk curhat dengan manajer.

Sebaiknya manajer welcome dalam menanggapi permasalahan ini. Upayakan untuk membagi tugas ini dengan karyawan lain yang lebih longgar jadwalnya. Kemudian amati apakah ada perubahan ke arah yang lebih baik untuk karyawan burnout tadi. Kondisi bekerja yang supportive dapat meningkatkan kembali kinerja karyawan.

Apabila pekerjaan berpresure tinggi, setidaknya perusahaan perlu memberikan kompensasi kebebasan dalam bentuk lain. Misalkan saja ke kantor menyediakan makan siang yang mana karyawan bebas memilih makanan mereka. Bisa juga kebebasan dalam mengerjakan tugas ingin di kantor atau dimana pun.

Seorang pemilik bisnis atau manajer harus mengetahui kenapa motivasi kerja karyawan menurun. Mencari tahu penyebabnya juga bukan perkara mudah. Namun tetap harus dilakukan agar karyawan kembali termotivasi dan memberikan kontribusi yang baik terhadap perusahaan. Bagaimanapun perusahaan harus berkompetisi ketat dengan perusahaan serupa lainnya.

Kenapa Kinerja Karyawan Menurun? Pahami Penyebab dan Solusinya

Performa perusahaan atau bisnis dalam menghadapi ketatnya kompetisi sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan. Namun kinerja karyawan bisa saja mengalami penurunan. Ternyata ada beberapa factor yang mempengaruhi kenapa kinerja karyawan menurun. Keseluruhan dari faktor penyebabnya dapat kamu simak berikut.

 

1. Keharusan Menjalankan Multitasking

Hampir sebagian besar dari perusahaan yang ada masih mengharuskan karyawan melakukan multitasking. Bagi mereka, multitasking merupakan sarana yang sangat menunjang untuk peningkatan produktivitas. Namun otak manusia tidak didesain untuk melakukan multitasking. Alhasil tingkat error dalam pengerjaan tugas menjadi lebih tinggi ketika banyak karyawan yang diharuskan menjalankan sistem ini.

Hal tersebut juga sudah dibuktikan dengan banyak penelitian. Pekerjaan seperti multitasking hanya bisa dilakukan saat perusahaan telah menjalankan sistem pengoperasian mesin otomatis. Karyawan hanya bertugas untuk mengawasi jalannya alat-alat tersebut. Tidak heran bila banyak penelitian yang membuktikan bahwa “Multitasking mengganggu produktivitas”.

Banyak dari penelitian tersebut berkesimpulan kalau seseorang bisa saja mencapai target lebih cepat dengan menyelesaikan satu tugas dahulu. Baru setelah tugas itu selesai, orang tadi dapat berpindah ke tugas berikutnya. Orang-orang yang fokus terhadap satu pekerjaan sering kali dapat mengatasi hambatan dalam pekerjaan dengan lebih baik.

2. Stress dan Alami Burnout

Tidak ada pekerjaan yang tidak melelahkan meskipun berkaitan dengan passion seseorang. Pada akhirnya para karyawan tetap bisa merasakan stress dan burnout. Mungkin sebagian besar dari kita telah memahami tentang apa itu dampak stress. Namun istilah burnout memiliki dampak yang lebih parah daripada stress.

Burnout merupakan kondisi dimana karyawan merasakan kecemasan berlebihan akibat pekerjaan yang bertekanan tinggi. Para karyawan yang mengalami hal ini cenderung punya tingkat konsentrasi rendah. Mereka mudah terganggu dalam mengerjakan tugas. Ujung-ujungnya karyawan yang demikian tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.

Karyawan burnout sering kali diharuskan menyelesaikan tugas yang terlalu banyak dalam tenggat waktu sama. Tak jarang mereka terpaksa bekerja lebih dari 8 jam. Lembur yang tidak terhindari setiap kali masuk kantor dapat menyebabkan tubuh kekurangan waktu istirahat. Padahal tubuh yang kekurangan istirahat tidak punya waktu untuk beregenerasi memperbaiki sel rusak. Pada akhirnya daya ingat akan menurun, termasuk konsentrasi.

Solusi terbaik untuk karyawan yang alami burnout adalah berdiskusi dengan atasan. Maka dari itu, seorang atasan yang baik harus dapat menciptakan suasana kondusif sehingga karyawan lain dapat membantu tugas dari karyawan yang alami burnout.

3. Tindakan Toxic

Setiap karyawan pasti mendambakan lingkungan kerja kondusif. Hanya saja tidak semua tempat kerja punya lingkungan yang supportive. Akibatnya mereka terpaksa berhubungan dengan lingkungan kerja yang toxic. Perilaku toxic ini sering kali membuat karyawan produktif menderita. Terlebih lagi ketika ada karyawan toxic yang berusaha untuk melakukan sabotase dan manipulasi. Karyawan produktif tersebut bisa saja mulai tidak betah.

Sebagian besar dari karyawan yang merasa risih dengan kejadian tadi cenderung ingin pindah ke lingkungan kerja baru. Seorang leader yang baik perlu menganalisa dan mencari tahu siapa yang menjadi karyawan toxic. Tidak mudah memang untuk mencari akar tindakan toxic. Namun hal ini perlu dilakukan agar kondisi kantor menjadi kondusif kembali.

Seorang manajer perlu mengetahui cara-cara untuk mengubah lingkungan menjadi supportive juga. Cara pertama ada berusaha memperlakukan seluruh karyawan layaknya manusia. Mereka bukan data atau angka yang bisa diubah dengan mudah seperti robot. Manajer harus berusaha mendekati masing-masing karyawan dan peduli pada mereka. Peduli dalam artian tidak hanya kinerja mereka, melainkan juga mereka secara personal dan karakter.

Berusaha tanamkan kepada seluruh karyawan untuk saling memperbaiki kondisi ketika ada sesuatu yang salah. Beri penghargaan kepada mereka yang berhasil memberikan performa baik. Perlakukan para karyawan layaknya keluarga. Kenyamanan dalam bekerja akan sangat membantu karyawan betah berada di perusahaan dalam waktu lama.

4. Terlalu Sering Meeting

Seorang pemimpin tim perlu mengetahui berapa banyak harus mengadakan rapat. Waktu pelaksanaan meeting tidak disarankan menjadi terlalu sering. Gunakan waktu meeting hanya sebagai sarana untuk memunculkan banyak ide. Anda juga dapat menggunakan meeting sebagai sarana brain storming bersama saat buntu menyelesaikan masalah.

Tidak perlu untuk mengadakan meeting terlalu sering. Paling cepat mengadakan meeting adalah seminggu sekali. Jika tidak ada hal yang terlalu urgen maka disarankan untuk lakukan meeting sebulan sekali. Pelaksanaan rapat yang terlalu sering sendiri dapat menyebabkan produktivitas menurun. Padahal masa globalisasi seperti sekarang, performa dan produktivitas tinggi sangat diperlukan.

Untuk bisa mengerti perkembangan masing-masing karyawan dengan real-time maka manajer bisa memberlakukan sistem upload pekerjaan melalui cloud. Strategi ini jauh lebih baik untuk mengejar produktivitas perusahaan. Manajer juga bisa memantau perkembangan suatu proyek hanya melalui layar laptop dan smartphone.

5. Buruknya Manajemen

Kenapa kinerja karyawan menurun juga bisa disebabkan oleh buruknya manajemen pada tempat kerja. Manajemen yang buruk dapat mempengaruhi motivasi karyawan bekerja. Padahal penting bagi karyawan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi kemajuan perusahaan. Seorang manajer tidak boleh terlalu mengekang kebebasan karyawan selama karyawan berhasil membuktikan mereka mampu mencapai target.

Selain itu, seorang manajer perlu tahu cara untuk menjadi manajer yang baik. Manajer yang baik perlu untuk menyelesaikan tugas sendiri dahulu. Setelah menyelesaikan tugasnya, maka ia bertugas untuk memantau kinerja tim. Tata cara mengelola setiap karyawan juga perlu disesuaikan dengan karakter mereka. Setiap orang punya dambaan pemimpin yang khusus. Alhasil seorang manajer perlu pandai dalam menyesuaikan diri terhadap karakter setiap orang yang dipimpinnya.

Kemudian Anda juga perlu tahu cara untuk mendelagasikan pekerjaan kepada masing-masing karyawan. Dibutuhkan kepercayaan untuk bisa mendelegasikan pekerjaan. Anda tidak lagi dapat menyelesaikan pekerjaan dengan mengandalkan diri sendiri. Pencapaian yang besar hanya bisa diperoleh dengan bantuan kerjasama tim. Maka dari itu, seorang manajer yang baik perlu memahami kekuatan, kelemahan, pengalaman, dan skill dari setiap orang yang dikelolanya. Pengetahuan tentang semua itu akan membuat manajer mampu mendelegasikan tugas ke orang yang tepat. Alhasil suatu proyek lebih mudah untuk mencapai goal yang diinginkan.

6. Terlupakan Sense of Belonging

Setiap karyawan juga perlu memiliki rasa kepedulian terhadap performa perusahaan. Bagaimanapun semua yang ada dalam perusahaan adalah bagian dari orang yang mengubah performa perusahaan. Perusahaan perlu untuk menghargai setiap karyawan tanpa membedakan karyawan baru dan lama. Memberikan penghargaan yang tepat kepada karyawan dapat memotivasi mereka untuk memberikan kemampuan terbaik.

Mereka akan merasa jadi bagian dalam suatu perusahaan. Hal ini menjadi salah satu solusi dari pertanyaan kenapa kinerja karyawan menurun. Apabila ada karyawan yang belum mampu menyelesaikan tugas dengan baik maka seorang manajer perlu untuk memberikan pelatihan yang tepat. Pelatihan dapat meningkatkan kemampuan seorang karyawan dalam menghadapi suatu proyek.

Kini Anda sudah memahami kenapa kinerja karyawan menurun dan solusinya. Terapkan pada perusahaan tempat Anda bekerja agar karyawan bisa kembali semangat memajukan perusahaan.

Contoh Dokumen Kontrak Kerja

Saat seorang karyawan diterima bekerja di sebuah perusahaan, kontrak kerja akan menjadi legalitas kerja yang sangat penting. Dokumen ini dipersiapkan oleh divisi HRD perusahaan, bisa dievaluasi oleh karyawan sebelum akhirnya ditandatangani oleh kedua belah pihak. Seperti apa contoh dokumen kontrak kerja yang benar?

Ada beberapa jenis kontrak kerja, disesuaikan pembuatannya dengan jenis pekerjaan dari seorang karyawan. Oleh karena itu, memahami apa itu kontrak kerja hingga contoh yang benar sangat perlu dilakukan jika Anda ingin membuat sebuah dokumen tersebut.

contoh dokumen kontrak kerja

Apa itu Kontrak Kerja?

Kontrak kerja merupakan sebuah dokumen yang dibuat tertulis dan bersifat resmi, sebagai bukti kerjasama antara sebuah perusahaan dengan karyawan yang bekerja disana. Di dalam kontrak kerja akan dijelaskan tentang hak dan kewajiban dari kedua belah pihak, baik itu perusahaan maupun karyawan.

Dalam pembuatannya, dibutuhkan persetujuan kedua pihak tentang isi kontrak sebelum menandatanganinya. Biasanya kontrak kerja dibuat dua rangkap, dimana satu rangkap disimpan oleh pihak perusahaan dan satu lagi diberikan kepada karyawan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dijelaskan bahwa kontrak kerja dibuat berdasarkan beberapa poin penting. Mulai dari kesepakatan pihak yang bekerjasama, kemampuan atau kecakapan dalam melakukan perbuatan hukum. Kemudian ada pekerjaan yang menjadi objek perjanjian dan pekerjaan tersebut tidak bertentangan dengan aturan undang-undang, kesusilaan, dan ketertiban umum.

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa  keberadaan kontrak kerja sangat penting, sebagai legalitas eksistensi karyawan di sebuah perusahaan.

Jenis Kontrak Kerja

Secara umum ada tiga jenis kontrak kerja yang biasa dibuat oleh sebuah perusahaan, untuk para karyawannya. Tergantung pada status karyawan tersebut, yaitu:

  • Untuk Pegawai Freelance

Pegawai freelance adalah pegawai yang dipekerjakan perusahaan untuk bekerja tanpa terikat waktu kerja yang jelas sebagaimana karyawan tetap. Mereka bekerja ketika dibutuhkan, durasi kerjanya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Kontrak kerja yang dibuat akan menegaskan tentang status karyawan, durasi penggunaan jasa karyawan tersebut, hingga gaji yang diterima.

  • Untuk Pegawai yang Kerja di Waktu Tertentu

Merupakan kontrak kerja yang dibuat untuk karyawan yang bekerja pada waktu terbatas, misalnya satu tahun saja. Biasanya di dalam kontrak kerja ini akan memuat adanya masa percobaan selama minimal tiga bulan, sebelum diterima sebagai karyawan kontrak berdurasi waktu.

Kontrak kerja ini biasa disebut juga dengan istilah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), diberikan setelah karyawan diterima dan akan menjalani masa percobaan kerjanya.

  • Untuk Pegawai Tetap

Disebut juga dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), dimana kontrak kerja yang dibuat tidak ada batas waktu. Sama halnya dengan kontrak kerja PNS yang sudah diangkat menjadi pegawai tetap.

Untuk karyawan tetap ini, di awal kerja juga akan mendapatkan masa percobaan selama tiga bulan sebelum kontrak PKWTT mereka diterbitkan.

9 Informasi Penting di Dalam Kontrak Kerja

Sebagai salah satu surat resmi yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, wajib ada informasi penting yang terdapat di dalam kontrak kerja tersebut. Strukturnya juga harus jelas, sehingga isi mudah dipahami dan tidak terdapat kekeliruan penulisan di dalamnya. Sembilan informasi penting diantaranya:

  • Identitas dari Perusahaan

Identitas perusahaan yang harus ada adalah nama perusahaan, alamat dari perusahaan tersebut, apa jenis usahanya, nomor yang bisa dihubungi. Termasuk juga siapa yang bertanggung jawab atas kontrak kerja tersebut.

  • Identitas dari Karyawan

Selanjutnya adalah nama karyawan, nomor induk kependudukan, alamat dari karyawan tersebut, jenis kelaminnya dan nomor telepon yang dapat dihubungi. Sebagai identitas standar yang wajib ada untuk mengidentifikasi personalnya

  • Penjelasan Posisi Kerja Karyawan

Dijabarkan juga tentang posisi kerja yang akan ditempati oleh karyawan tersebut, lengkap dengan penjelasan tugas pokok dan fungsinya selama menjabat posisi tersebut. sehingga dapat pula menjadi acuan ketika sudah mulai bekerja

  • Lokasi Kerja Karyawan

Ada perusahaan yang memiliki beberapa cabang kantor, di dalam kontrak kerja harus dijelaskan di kantor mana si karyawan akan bekerja. Biasanya kontrak kerja untuk karyawan permanen akan dibuat oleh divisi HRD kantor pusat, kemudian didelegasikan kepada Divisi HRD kantor cabang.

Kejelasan lokasi kerja ini juga akan memberikan pemahaman bagi karyawan dimana mereka akan bekerja.

  • Berapa Gaji yang Diberikan

Ini adalah informasi paling penting dan sering menjadi perbincangan sebelum penandatanganan kontrak kerja. Pihak perusahaan harus menjabarkan secara rincin, gaji pokok karyawan, tunjangan, dan pendapatan lainnya yang bisa diperoleh sesuai sistem penggajian yang diterapkan.

  • Hak dan Kewajiban Kedua Belah Pihak

Penjelasan tentang hak dan kewajiban karyawan dan perusahaan juga wajib ada di dalam sebuah kontrak kerja. Supaya masing-masing pihak paham apa yang harus dilakukan satu sama lain. Sehingga tidak ada miskomunikasi di kemudian hari tentang masalah hak dan kewajiban ini.

  • Masa Waktu Berlakunya Kontrak Kerja

Pihak perusahaan juga harus menjelaskan berapa lama masa kontrak berlangsung, bagi karyawan kontrak biasanya masa kerja adalah satu tahun dan akan diperpanjang di tahun berikutnya. Sementara untuk karyawan tetap, masa kerja tidak terbatas waktu.

  • Kapan dan Dimana Kontrak Dibuat

Waktu pembuatan kontrak kerja juga harus jelas, sehingga karyawan dan perusahaan bisa memastikan penghitungan masa kerja. Karena biasanya penghitungan masa kerja berdasarkan waktu kontrak ditandatangani kedua belah pihak.

  • Tanda Tangan Kedua Belah Pihak

Tanda tangan karyawan dan pihak perusahaan merupakan legalitas utama yang wajib ada. Untuk satu rangkap, tanda tangan karyawan diberikan materai dan dokumen tersebut disimpan oleh pihak perusahaan. Sedangkan satu rangkap dimana tanda tangan pihak perusahaan yang menggunakan materai, akan disimpan oleh karyawan.

Contoh Dokumen Kontrak Kerja

Berikut ini contoh dari kontrak kerja, yang dapat Anda jadikan acuan ketika akan membuat versi sendiri untuk kebutuhan kantor.

Pada contoh dokumen kontrak kerja di atas, terlihat bahwa informasi yang disampaikan memang harus lengkap. Dimana ada identitas perusahaan, karyawan, penjelasan tentang hak dan kewajiban dalam bentuk pasal yang jelas.

Anda dapat menambahkan poin-poin yang dibutuhkan pada tambahan pasal, untuk mempertegas bagaimana kerjasama kerja perusahaan dengan karyawan tersebut. Dengan begitu, akan didapat sebuah kesepakatan tentang kontribusi karyawan kepada perusahaan dan sebaliknya.

Tidak sedikit sebuah kontrak kerja yang isinya kurang lengkap, bisa menimbulkan konflik di kemudian hari karena dinilai merugikan salah satu pihak. Jadi, jangan sampai hal tersebut terjadi pada perusahaan dan karyawan Anda.

Kesimpulan

Dari seluruh informasi di atas dapat disimpulkan beberapa hal yaitu:

  • Kontrak kerja merupakan sebuah dokumen penting saat menjalin kerjasama kerja dengan karyawan
  • Isi dari kontrak kerja harus jelas dan menjabarkan semua detail mulai dari identitas karyawan dan perusahaan hingga legalitas berupa tanda tangan di atas materai, sehingga memiliki kekuatan hukum di dalamnya
  • Pihak perusahaan harus sangat detail membuat sebuah konsep kontrak kerja, agar tidak ada pihak yang akan dirugikan dari informasi di dalam kontrak tersebut.

Semoga informasi di atas membantu Anda yang sedang mencari seperti apa contoh dokumen kontrak kerja yang benar. Intinya, isilah dengan informasi yang tepat dan sesuai dengan kerjasama yang akan dilakukan.

DOWNLOAD GRATIS sekarang juga !!